HOME » BERITA » BEGINI TANGGAPAN POLISI SOAL VIDEO VIRAL PREMAN PECAHKAN KACA TRUK KONTAINER DI JAKUT

Begini Tanggapan Polisi Soal Video Viral Preman Pecahkan Kaca Truk Kontainer di Jakut

Diduga preman balas dendam dengan pecahkan kaca truk kontainer, ini tanggapan polisi

Selasa, 15 Juni 2021 20:15 Editor : Ahmad Muzaki
Begini Tanggapan Polisi Soal Video Viral Preman Pecahkan Kaca Truk Kontainer di Jakut
Kemacetan arus kendaraan (Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

OTOSIA.COM - Sebuah video yang memerlihatkan sejumlah preman memecahkan kaca truk kontainer di Jakarta Utara viral di media sosial. Kejadian tersebut diduga aksi balas dendam atas penangkapan sejumlah preman oleh aparat kepolisian beberapa waktu lalu.

Menanggapi hal itu, Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Guruh Arif Darmawan mengatakan, jika kejadian yang terjadi di wilayah hukumnya itu tidaklah benar seperti yang beredar di media sosial.

"Nah itu sebenarnya bukan preman, itu adalah perselisihan antara pengemudi. Satunya pengemudi kontainer, satunya pengemudi angkot. Nah secara tidak sengaja pengemudi kontainer ini nyipratin air ke pengemudi angkot, begitu ceritanya," kata Guruh saat dihubungi merdeka.com, Selasa (15/6).

1 dari 3 Halaman

Kejadian ini sendiri, disebut Guruh, terjadi pada Jumat (11/6) lalu di daerah Pasar Bebek, Cilincing, Jakarta Utara.

"(Kejadian) Sudah lama itu, kalau enggak salah sejak Jumat kemarin. Makanya viral dihubung-hubungkan seolah-olah bahwa terjadi preman balas dendam dan sebagainya. Kejadiannya tidak seperti itu, sudah kita tangani," sebutnya.

2 dari 3 Halaman

Ia pun menegaskan, kejadian tersebut tidak ada kaitannya dengan penangkapan terhadap sejumlah preman pada beberapa waktu yang lalu.

Hingga kini, petugas masih melakukan pengejaran terhadap empat orang yang diduga melakukan pemecahan kaca kontainer.

"Anggota masih bekerja keras untuk menangkap pelaku yang memecahkan kaca itu. Tapi korban yang kacanya dipecah sudah klarifikasi kemarin, itu yang korban pengemudi kontainer yang pecah kacanya sudah klarifikasi," tegasnya.

3 dari 3 Halaman

Masih Dikejar

"Masih kita kejar, nanti kalau misalnya ada informasi pasti kami rilis. Dari saksi kemudian dari korban itu ada empat orang pelakunya. Justru karena viral itu meraka kabur, kita kejar, anggota kami masih kejar pelakunya," sambungnya.

Lebih lanjut, ia memastikan bahwa pihaknya sudah menambah personel untuk melakukan patroli di wilayah hukumnya. Tujuannya tentu agar tidak ada lagi aksi kriminalitas di Jakarta Utara.

"Anggota kami masih bekerja, buktinya sampai sekarang aman-aman saja, enggak kejadian susulan atau apa. Anggota kami sedang bekerja, yang jelas kami juga sudah kita tambah tim patroli. Kemudian juga kita tambah pada titik-titik rawan macet dan sebagainya kita tambahin anggota," tutupnya.

Reporter: Nur Habibie

Sumber: Merdeka.com, Liputan6.com

BERI KOMENTAR