HOME » BERITA » BEKAL ASURANSI ZURICH ARUNGI DINAMIKA INDUSTRI OTOMOTIF TAHUN 2022

Bekal Asuransi Zurich Arungi Dinamika Industri Otomotif Tahun 2022

PT Zurich Asuransi Indonesia adalah transformasi dari PT Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance). Begini strategi mereka untuk menatap tahun 2022.

Senin, 27 Desember 2021 22:15 Editor : Nurrohman Sidiq
Bekal Asuransi Zurich Arungi Dinamika Industri Otomotif Tahun 2022
Ilustrasi Zurich Asuransi Indonesia (Otosia.com)

OTOSIA.COM - Industri otomotif terus menggeliat. Arus pertumbuhannya terkoreksi positif dengan jualan yang makin laris manis.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mencatat, capaian pasar mobil baru tahun 2021 telah melampaui target dari awalnya 750.000 unit, sekarang mencapai 790.534 unit selama kurun waktu Januari-November 2021.

Melubernya capaian itu belum ditambah bulan Desember yang kemungkinan secara total bisa saja menyentuh angka 800.000 unit. Rahasia suksesnya tidak lain dari manjurnya ramuan program PPnBM DTP (Pajak Penjualan Atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah) yang melesatkan jualan sampai 688.413 unit di bulan Maret-November saja.

"Momentum peningkatan penjualan mobil dengan PPnBM DTP harus mampu mempertahankan ekspektasi konsumen tetap tinggi, sehingga kinerja penjualan mobil tidak mengalami penurunan," kata Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo pada acara Ngobrol Virtual Santai (Ngovsan) Forwot, Rabu (22/12/2021).

Ngovsan Forwot bersama Zurich (Forwot)

Dinamika pasar dan tren positif inilah yang kiranya akan diselami oleh PT Zurich Asuransi Indonesia (Zurich) untuk terus menorehkan tinta hijau di periode 2022 nanti. Pasalnya, di tengah ketidakpastian yang menghantui sejak merebaknya pandemi Corona (COVID-19) dan varian baru Delta di tahun ini, produk asuransi kendaraan masih berdaya dengan kontribusi 20,3% terhadap kinerja asuransi umum.

"Menurut Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), kuartal tiga (2021), untuk asuransi kendaraan bermotor masih menjadi nomor dua, jadi top two asuransi. Nomor satunya asuransi harta benda. Portofolionya sekitar 20,3%," terang Direktur Zurich Asuransi Indonesia, Wayan Pariama ditemui dalam kesempatan yang sama.

Wayan sekalian merinci produk asuransi Zurich berjalan linear dengan perkembangan industri otomotif yang cukup menimbulkan optimisme lagi untuk tahun depan.

"Kontribusi produk asuransi kendaraan roda dua (Motor Vehicle/MV2) mencapai 39% dan kendaraan roda empat (Motor Vehicle/MV 4) mencapai 61% di kuartal III 2021. Kami optimis portofolio asuransi kendaraan kami akan terus bertumbuh di 2022," imbuhnya lebih lanjut.

Lebih lagi Indonesia masih bisa dibilang sebagai negara yang punya ladang industri otomotif sangat seksi dilihat dari angka kepemilikan kendaraan penduduknya yang hanya 99/1.000 penduduk.

Padahal negara Asia lain seperti saingan terdekatnya, Thailand, sudah menyentuh 275/1.000 penduduk; mestinya Indonesia lebih unggul mengingat jumlah populasinya yang lebih tinggi.

Makanya, tidak ada yang bisa memungkiri bila tahun 2022 nanti makin banyak investor asing yang menaruh uangnya di sektor otomotif Indonesia seperti comeback-nya brand Tiongkok Chery yang begitu pun bakal mengerek rantai industri penyertanya.

"Dengan density 99 kendaraan per 1.000 (penduduk), artinya di Indonesia kita sekitar 26 juta unit kendaraan yang beredar. Dengan penjualan yang 900 ribu, atau mungkin nanti 1 juta unit, artinya kendaraan yang sudah lunas ya dari program kepemilikan kendaraan yang biasanya melalui financing itu kan jauh lebih banyak," terang Wayan lagi mengelaborasi data dari Kukuh Kumara.

1 dari 2 Halaman

Strategi Zurich di Indonesia

Ilustrasi Zurich Asuransi Indonesia (Otosia.com)

PT Zurich Asuransi Indonesia adalah transformasi dari PT Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance). Akusisi Zurich terhadap seluruh operasional Adira resmi disetujui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 27 November 2019 lalu.

Tahun 2020, Zurich telah mulai beroperasi dan semua rebranding Adira menjadi Zurich tuntas sejak 1 November 2021.

Langkah pasti menjadi pemain utama di dunia asuransi tidak lepas dari strategi jitu mereka yang menarik pengalaman lama Adira bercokol di Indonesia, dan kesuksesan Zurich bermain di kancah global.

Adira memegang kuat kolaborasi pasar dengan berbagai platform termasuk dunia perbankan yang cukup besar di Indonesia. Diakui juga oleh Wayan mereka turut menggandeng agency.

"Apa yang sudah kami bangun dari beberapa tahun yang lalu, sebagai contoh saja nasabah bisa melakukan klaim asuransi dengan mobile phone saja, nah itu kita kembangkan, kita rebranding juga, kita kuatkan lagi fasilitas-fasilitas yang memudahkan nasabah untuk bisa kami layani dari sisi akuisisi dan klaimnya," paparnya.

Zurich pun bukan perusahaan minim kontribusi. Sejak setahun lalu, Zurich telah banyak mengeluarkan program-program termasuk studi untuk menggaet lebih banyak konsumen yang puas dengan layanan mereka.

"Zurich sudah melakukan studi tentang apa yang dibutuhkan nasabah sekitar setahun yang lalu. Kita sebut strateginya Customer Centric Strategy. Jadi walaupun kami mendapatkan nasabah dari perusahaan pembiayaan, dari bank, dari broker, kami juga harus memahami nasabah kami itu perlunya apa, fitur apa saja yang mereka butuhkan," tambah Wayan.

2 dari 2 Halaman

Layanan Zurich dan Adira

Bergantinya nama Adira menjadi Zurich tidak serta merta mengubah segala kebaikan yang sudah dibangun dari dua perusahaan besar itu.

Adira tetaplah Adira, yang layanan unggulannya tetap dipertahankan dan ditingkatkan dengan strategi baru dari Zurich. Keduanya juga bukan pemain baru di bisnis asuransi. 

Wayan memastikan nasabah tidak perlu takut atau pun bingung dengan perubahan ini karena layanan yang diberikan tidak berubah sama sekali. Pun otomatis nasabah yang sudah menjadi konsumen Adira akan masuk menjadi konsumen Zurich.

"Kami pastikan tidak ada perubahan servis di mana hal itu sudah menjadi laporan kami syarat juga dari OJK saat proses mentransforamsi Adira menjadi Zurich itu kita harus memenuhi ketentuan, layanan ini tidak boleh berkurang, bahkan lebih bagus lebih baik," tegasnya.

"Yang di dalamnya sebenarnya orangnya sama, jadi saya orang Adira lama, ya sekarang jadi orang Zurich. Operation-nya sama, sistemnya sama, infrastruktur diperbaiki, organisasi secara struktur ada perubahan, ada ahli-ahli yang kompeten di global," tutup dia.

BERI KOMENTAR