HOME » BERITA » BELAJAR DARI INSIDEN PENGEROYOKAN SOPIR TRUK, ROMBONGAN MOBIL JENAZAH WAJIB TERTIB BERLALU LINTAS

Belajar dari Insiden Pengeroyokan Sopir Truk, Rombongan Mobil Jenazah Wajib Tertib Berlalu Lintas

Insiden pengeroyokan sopir truk kontainer terjadi di Cilincing, Jakarta Utara. Peristiwa yang sempat viral itu melibatkan beberapa orang yang sedang mengantar jenazah.

Rabu, 23 Juni 2021 13:15 Editor : Dini Arining Tyas
Belajar dari Insiden Pengeroyokan Sopir Truk, Rombongan Mobil Jenazah Wajib Tertib Berlalu Lintas
Pengeroyokan sopir truk (Instagram/camerapenjurunews)

OTOSIA.COM - Lima orang ditetapkan menjadi tersangka dalam peristiwa pengeroyokan sopir truk kontainer saat berpapasan dengan iring-iringan mobil pengantar jenazah, di Cilincing, Jakarta Utara. Terkait hal ini, rombongan pengantar jenazah yang memakai jalan raya diminta untuk tetap tertib berlalu lintas.

"Karena penggguna jalan bukan hanya kelompok (itu) saja, tapi semuanya berhak dan pasti apabila rombongan seperti itu pasti akan diberikan prioritas oleh yang lain," kata Kapolres Jakarta Utara, Kombes Pol Guruh Arif Darmawan kepada wartawan, Selasa (22/6).

Sehingga atas kejadian ini, Guruh menyampaikan pihaknya telah menetapkan lima orang tersangka pada kasus kasus pengeroyokan terhadap seorang sopir kontainer rombongan pengantar jenazah itu sebelumnya juga sempat viral di media sosial.

1 dari 2 Halaman

"Tersangka ada lima orang, yang pertama adalah A alias AC, kedua K alias KB, ketiga R alias M, keempat R alias RF, kemudian lima P alias ARP," sebutnya.

Adapun kelima yang telah ditetapkan tersangka, dijerat dengan pasal 170 KUHP dengan ancaman pidana di atas 5 tahun penjara. Sedangkan untuk empat pelaku lainnya masih dikenakan wajib lapor sambil menunggu hasil pemeriksaan penyidik.

"Jadi yang dinyatakan sebagai tersangka saat ini adalab 5 orang. Namun demikian yanh 4 org lainnya masih kita kenakan wajib lapor, bila anggota kami menemukan bukti baru, tidak menutup kemungkinan statusnya nanti akan meningkat," katanya.

Sementara untuk kronologi kejadian pengoroyokan bermula sekira pukul 15.30 WIB di Jalan Sungai Tiram, Marunda, Clincing, Jakarta Utara pada Jum'at 18 Juni 2021. Saat rombongan pengantar jenazah berpapasan dengan sebuah truk kontainer yang dikendarai oleh Firman (20).

 

2 dari 2 Halaman

Di mana kondisi badan truk yang besar membuat rombongan pengantar jenazah terhalang jalannya. Namun mereka malahan mengira bahwa kontainer yang dikendarai Firman sengaja tidak memberikan jalan.

"Kelompok rombongan ini berhenti kemudian sempat cekcok, marah-marah dan akhirnya melakukan tindakan kekerasan terhadap pengemudi truk dan melakukan perusakan terhadap kendaraan tersebut. Seperti yang kita lihat di salah satu akun sosmed," katanya.

Sebelumnya, peristiwa ini viral di media sosial. Dalam rekaman video yang beredar terlihat truk melaju pelan. Saat bersamaan datang rombongan mobil ambulans dari arah yang berlawanan. Keributan pun pecah kala rombongan menghampiri pengemudi dan memintanya untuk mundur.

Nampak, di antara rombongan memukul kaca bagian depan dan pengemudi truk dengan kayu bendera kuning yang dibawa hingga mengakibtkan kendaraan truk rusak dan pengemudi luka ringan.

Reporter: Bachtiarudin Alam

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR