HOME » BERITA » BELAJAR DARI KASUS KECELAKAAN VANESSA ANGEL, PERHATIKAN 5 HAL INI SAAT BERKENDARA DI JALAN TOL

Belajar dari Kasus Kecelakaan Vanessa Angel, Perhatikan 5 Hal ini Saat Berkendara di Jalan Tol

Jalan tol menjadi alternatif pilihan bagi pengendara yang ingin perjalanannya lancar. Namun jalan tol berisiko tinggi terhadap kecelakaan jika pengemudi tidak memahami beberapa hal.

Sabtu, 06 November 2021 20:15 Editor : Nazarudin Ray
Belajar dari Kasus Kecelakaan Vanessa Angel, Perhatikan 5 Hal ini Saat Berkendara di Jalan Tol
Ilustrasi jalan tol luar kota (Otosia.com/Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Jalan tol menjadi alternatif pilihan bagi pengendara yang ingin lancar dalam perjalanan. Dibandingkan jalan biasa, jalur tol yang lengang dan kondisi jalanan yang bagus, terkadang membuat para pengemudi menganggap remeh aturan-aturan berkendara di tol.

Disadari atau tidak, menyepelekan aturan tersebut justru berpotensi menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan. Dalam banyak kasus, kecelakaan fatal terjadi di jalan tol.

Ketika berkendara di jalan tol perlu memperhatikan beberapa hal agar aman dan nyaman sampai tempat tujuan. Berikut tipsnya:

1 dari 5 Halaman

1. Memahami jalur lalu lintas

Di dalam jalan tol terdapat pembagian lajur sesuai dengan kecepatan kendaraan. Lajur sebelah kanan diperuntukkan bagi kendaraan yang bergerak lebih cepat atau diperuntukkan untuk menyusul dan lajur kiri diperuntukkan bagi kendaraan yang memiliki kecepatan yang lebih lambat atau tergolong kendaraan besar seperti bus dan truk.

Selain itu, terdapat bahu jalan di luar tiga lajur utama, fungsinya digunakan hanya untuk kendaraan yang berada dalam keadaan darurat, misal mobil ambulans.

2 dari 5 Halaman

2. Kecepatan kendaraan

Pengendara harus memahami batas kecepatan yang aman. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2013 tentang Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) pasal 23 ayat 4, batas kecepatan di jalan tol yaitu 60 hingga 100 kilometer per jam, sesuai dengan rambu lalu lintas yang terpasang di sisi jalan tol. Dengan begitu, para pengendara harus ingat, jangan mengutamakan cepat, tetapi juga harus selamat.

Jalur lambat biasanya diisi truk atau bus, jangan menyalip dari kiri

 

3 dari 5 Halaman

3. Menjaga jarak

Saat berkendara jaga jarak aman dengan kendaraan di depan. Ini bertujuan agar lebih memudahkan pengendara menghindar saat terjadi hal-hal yang tidak bisa diprediksi. Cara termudah untuk menghitung jarak aman adalah dengan teknik berhitung tiga detik dengan menentukan patokan benda statis yang dilalui kendaraan di depan.

Perhitungan tiga detik ini merupakan hasil perhitungan dari waktu reaksi manusia saat melihat suatu kondisi sampai dengan mengambil tindakan memerlukan waktu kurang lebih dua detik dan juga waktu reaksi mekanikal yang membutuhkan kurang lebih satu detik.

4 dari 5 Halaman

4. Kondisi kendaraan

Pastikan kondisi kendaraan yang digunakan layak dan baik. Pastikan bahan bakar mobil sudah terisi dalam batas aman, pengecekan rem, lampu sein, klakson, hingga tekanan ban serta wiper yang membantu pengendara di saat musim hujan seperti sekarang ini. Selain itu patuhi aturan-aturan yang diterapkan di jalan tol.

5 dari 5 Halaman

5. Kondisi pengemudi

Banyak kasus kecelakaan yang terjadi akibat faktor human error. Karena itu kondisi pengemudi harus prima, tidak mengantuk, tidak dalam pengaruh alkohol, dan harus fokus. Jangan lupa wajib gunakan sabuk pengaman agar pengemudi dapat tetap aman di saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Berkendara aman bukan hanya sekedar memastikan kendaraan dan pengemudi dalam kondisi prima, tetapi terdapat hal fundamental yang harus diperhatikan saat berkendara agar tidak menimbulkan risiko, baik bagi diri sendiri maupun pengemudi lainnya, yaitu memahami dan mentaati aturan lalu lintas," imbuh L. Iwan Pranoto, Head of Communication and Customer Service Management Asuransi Astra.

BERI KOMENTAR