HOME » BERITA » BELI KENDARAAN BERMOTOR TANPA DOKUMEN RESMI, HUKUMAN PENJARA SUDAH MENANTI

Beli Kendaraan Bermotor Tanpa Dokumen Resmi, Hukuman Penjara Sudah Menanti

Senin, 26 Februari 2018 20:15 Editor : Cornelius Candra
Foto : instagram/divisihumaspolri

OTOSIA.COM - Dokumen resmi menjadi syarat yang harus disertakan dalam setiap transaksi kendaraan bermotor. Pasalnya, BPKB dan STNK menjadi bukti kepemilikan sah seseorang atas kendaraan bermotor.

Pihak kepolisian dalam akun instagram @divisihumaspolri mengimbau masyarakat untuk tidak membeli atau pun menjual kendaraan bermotor tanpa menyertakan dokumen resmi alias 'bodong'. Jika terbukti tidak memiliki BPKB dan STNK, pelakunya akan ditindak tegas dan menggolongkan mereka sebagai penjual atau penagah kendaraan curian.

Mayarakat yang akan melakukan pembelian kendaraan bermotor dianjurkan untuk memeriksa kembali nomor mesin dan nomor rangka di Samsat terdekat. Hal ini penting dilakukan untk memastikan bahwa kendaraan tersebut tidak terkait dengan tindak pencurian atau kriminal lainnya.

Membeli kendaraan hasil curian dapat dikenakan hukuman 4 tahun penjara sesuai pasal 55 sub pasal 480 KUHP tentang Penadah Hasil Curian. Untuk itu, Polri mengajak masyarakat untuk cerdas dalam transaksi kendaraan bermotor. Cek terlebih dahulu kesesuaian antara nomor rangka dan mesin dengan yang tertera di BPKB dan STNK.

Biasanya, kendaraan 'bodong' dibandrol dengan harga yang lebih murah dari umumnya. Polisi mengimbau untuk mempersiapkan biaya lebih untuk memperoleh kendaraan dengan dokumen yang lengkap.

(kpl/crn)

BERI KOMENTAR