HOME » BERITA » BELUM AKAN DITILANG, SOSIALISASI GANJIL GENAP JAKARTA DIPERPANJANG SAMPAI 9 AGUSTUS 2020

Belum Akan Ditilang, Sosialisasi Ganjil Genap Jakarta Diperpanjang Sampai 9 Agustus 2020

Masa sosiallisasi penerapan ganjil genap di Jakarta yang sedianya berakhir kemarin, Rabu (5/8/2020) kini diperpanjang hingga Minggu (9/8/2020).

Kamis, 06 Agustus 2020 16:45 Editor : Dini Arining Tyas
Belum Akan Ditilang, Sosialisasi Ganjil Genap Jakarta Diperpanjang Sampai 9 Agustus 2020
Kawasan ganjil genap Jakarta (Liputan6.com)

OTOSIA.COM - Sistem ganjil genap sudah diterapkan sejak 3 Agustus 2020 di tengah PSBB masa transisi. Sedianya, hari ini Kamis (6/8/2020), pelanggar ganjil genap akan dikenai sanksi tilang.

Pasalnya, tiga hari pertama penerapan ganjil genap adalah masa sosialisasi. Tapi kini Polda Metro Jaya memperpanjang masa sosialisasi ganjil genap di Jakarta.

"Sosialisasi Kawasan Pembatasa Kendaraan Bermotor dengan cara ganjil genap diperpanjang hingga Tanggal 9 Agustus 2020," begitu cuitan Twitter TMC Polda Metro Jaya.

1 dari 2 Halaman

Masih Banyak Pelanggaran

Perpanjangan masa sosialisasi ini lantaran masih banyak ditemukan pengemudi yang melanggar. Diyakini masih ada masyarakat yang belum mendapatkan informasi terkait ganjil genap.

"Kami mau memasifkan kembali informasi ini karena beberapa hari ini masih ditemukan pelanggaran. Kami meyakini ada beberapa masyarakat yang belum terinformasikan. Jadi kita mau memasifkan informasinya lagi," terang Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Fahri Siregar, dikutip dari Liputan6.com.

2 dari 2 Halaman

Kemacetan Turun Sampai 40 Persen

Liputan6.com

Sementara itu, Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo menilai penerapan ganjil genap efektif mengurai kemacetan. Bahkan dia menilai kemacetan di Jakarta berkurang hingga 40 persen.

"Pemberlakukan ganjil genap sangat efektif dari sisi mengurai kemacetan," ungkap Sambodo.

Dia menyebut efek ganjil genap paling terasa saat melintas di ruas Jalan Sudirman dan Thamrin. Dia menyebut kendaraan yang lalu lalang menurun.

"Ini sangat efektif terutama di ruas jalan Sudirman dan Thamrin, bisa berkurang sampai 30-40 persen," tuturnya.

BERI KOMENTAR