HOME » BERITA » BELUM PULIH SEPENUHNYA, TOTAL PEMBIAYAAN BARU ADIRA FINANCE TEMBUS RP 5,4 TRILIUN

Belum Pulih Sepenuhnya, Total Pembiayaan Baru Adira Finance Tembus Rp 5,4 Triliun

Di tengah situasi pandemi COVID-19 yang tak kunjung membaik, total pembiayaan baru yang dibukukan oleh Adira Finance mencapai Rp 5,4 triliun.

Sabtu, 01 Mei 2021 14:45 Editor : Dini Arining Tyas
Belum Pulih Sepenuhnya, Total Pembiayaan Baru Adira Finance Tembus Rp 5,4 Triliun
IIMS 2019 (Otosia.com/Nazarudin Ray)

OTOSIA.COM - Perekonomian nasional masih terganggu dengan adanya pandemi COVID-19. Banyak cara yang dilakukan agar perekonomian kembali dalam kondisi yang lebih stabil.

Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan perekonomian domestik amsih berada di kisaran minus 1 persen hingga minus 0,1 persen di kuartal I/2021. Sementara itu, inflasi masih berada pada level terendah sebesar 1,37 persen menunjukkan daya beli masyarakat.

Kondisi perekonomian domestik yang masih lesu turut berdampak pada kinerja penjualan di industri otomotif. Berdasarkan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) penjualan wholesale mobil baru dan sepeda motor baru domestik pada kuartal I/2021 masing-masing tercatat sebesar 187 ribu unit dan 1,3 juta unit. Jumlah itu turun 21 persen (y/y) dan 18 persen (y/y) jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

1 dari 3 Halaman

Pembiayaan

Sementara itu, sepanjang kuartal I/2021, Adira Finance mencatatkan total pembiayaan baru sebesar Rp 5,4 triliun, turun 35,6 persen (y/y) di tengah kondisi penurunan yang masih cukup dalam di industri otomotif. Secara keseluruhan proporsi total pembiayaan baru untuk segmen mobil, sepeda motor dan non otomotif masing-masing berkontribusi sebesar 37 persen, 45 persen, dan 18 persen.

Adira lebih berhati-hati dalam melakukan akuisisi pembiayaan baru pad akuartal I/2021 untuk menghadapi peningkatan risiko kredit. Dengan demikian, total piutang yang dikelola sebesar Rp 41,9 triliun, turun 23,3 persen (y/y) jika dibandingkan periode sama tahun lalu.

Hingga akhir Maret 2021, jumlah nasabah yang pinjamannya telah direstrukturisasai ada sebanyak 831 ribu kontrak atau sekitar Rp 19 triliun mewakili sekitar 35 persen dari piutang yang dikelola per Februari 2020. Saat ini, lebih dari 80 persen dari pinjaman nasabah yang telah direstrukturisasi telah mulai membayar kewajiban cicilannya.

2 dari 3 Halaman

Inovasi

(c) Adira Finance

Adira juga secara konsisten terus berinovasi dalam mengembangkan digitalisasi untuk mendorong pertumbuhan bisnis dan memberikan pelayanan terbaik yang berfokus pada pelanggan (customer centric). Adira Finance juga berencana untuk mengembangkan jangkauan produk yang lebih luas pada digital platform Adiraku. Platform digital tersebut sudah diunduh oleh 1,1 juta konsumen dan jumlah konsumen yang terdaftar sekitar 518 ribu konsumen pada kuartal I/2021. 

Dari sisi keuangan, Perusahaan membukukan pendapatan bunga mencapai Rp 2,16 triliun atau turun 29,9 persen (y/y) jika dibandingkan periode sama tahun lalu, terutama karena penurunan piutang pembiayaan yang didorong oleh penurunan pembiayaan baru, serta program restrukturisasi kredit yang diberikan kepada nasabah sejak April tahun lalu.

Sementara itu, beban bunga mengalami penurunan sebesar 30,2 persen (y/y) menjadi Rp848 miliar yang disebabkan oleh adanya penurunan pinjaman serta penurunan pada cost of fund. Hasilnya, pendapatan bunga bersih tercatat sebesar Rp1,3 triliun, menurun 29,7 persen (y/y) dan margin bunga bersih tercatat sebesar 11,1 persen di kuartal I/2021.

3 dari 3 Halaman

Beban operasional Perusahaan turun sebesar 9,4 persen (y/y) menjadi Rp879 miliar karena kami telah melakukan langkah-langkah secara efektif untuk mengelola biaya operasional selama pandemi. Disamping itu, cost of credit pada 1Q21 adalah sebesar Rp425 miliar. Dengan demikian, laba bersih Perusahaan setelah pajak dibukukan sebesar Rp 211 miliar atau mengalami penurunan sebesar 59,4 persen. Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE) Perusahaan masing-masing tercatat menjadi sebesar 2,8 persen dan 10,9 persen di kuartal I/2021. 

"Perusahaan terus melakukan diversifikasi sumber pendanaannya melalui dukungan dari pembiayaan bersama dengan Perusahaan induknya, Bank Danamon dan memperoleh pinjaman eksternal terdiri atas pinjaman bank dan obligasi. Pembiayaan Bersama mewakili 43 persen dari piutang yang dikelola. Total pinjaman eksternal Perusahaan per 31 Maret 2021 tercatat sebesar Rp13,4 triliun, dengan komposisi pinjaman eksternal kami terdiri atas 53% pinjaman bank baik onshore maupun offshore dan 47 persen berasal dari obligasi dan sukuk. Dibandingkan Maret 2020, pinjaman yang berasal dari pinjaman bank turun 43 persen (y/y) menjadi Rp7,1 triliun, sementara pinjaman yang bersumber dari obligasi dan sukuk mudharabah turun sebesar 34 persen (y/y) menjadi Rp 6,3 triliun pada kuartal I/2021. Sementara, Gearing Ratio turun dari 3,0x menjadi 1,6x per posisi Maret 2021," kata Direktur Keuangan Adira Finance, I Dewa Made Susila.

BERI KOMENTAR