HOME » BERITA » BELUM SNI, TOTAL OIL INDONESIA TARGETKAN TAHUN INI

Belum SNI, TOTAL Oil Indonesia Targetkan Tahun Ini

Kamis, 14 Februari 2019 09:15 Editor : Dini Arining Tyas
Salah satu produk TOTAL Oil Indonesia yang khusus untuk LCGC (Otosia.com/Muhammad Ikbal)

OTOSIA.COM - Masih ingat soal aturan pemerintah membuat label SNI untuk produk oli? Terlepas dari pro dan kontra rencana tersebut, produsen sepertinya tetap harus patuh tentang aturan itu.

Beberapa brand mungkin belum sepenuhnya mendapat label SNI. Seperti TOTAL yang masih berjuang untuk mendapatkan label SNI. Meskipun produk-produknya telah melalui serangkaian uji coba internasional dan tersertifikasi API Service SN dan ILSAC GF-5.

"Saat ini kami memang belum berlabel SNI dan sedang memproses hal tersebut (SNI). Harapan kami, sebelum 10 November tahun ini seluruh produk kami sudah berlabel SNI," ujar Managing Director TOTAL Oil Indonesia, Franck Giraud, saat peluncuran oli TOTAL khusus LCGC, Rabu (13/2/2019).

Perlu diketahui, untuk mendapatkan label SNI itu salah satu syaratnya adalah pihak pemerintah mengunjungi pabrik. Tujuannya, untuk melihat langsng prose pembuatan oli.

"Untuk saat ini pemerintah Indonesia baru sekali berkunjung ke pabrik kami, dan rencananya untuk kunjungan kedua akan dilakukan dalam waktu dekat,"sambung Franck.

PT TOTAL Oil Indonesia juga menjamin bahwa mereka akan selalu mengikuti kebijakan dan regulasi dari Pemerintah Indonesia, termasuk salah satunya yaitu kebijakan SNI.

Pemerintah Indonesia sejak 10 September 2018 lalu, secara resmi telah menerbitkan Peraturan Menteri Perindustrian nomor 25 tahun 2018 yang mengatur tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) Pelumas Secara Wajib. Peraturan ini akan mulai efektif dan wajib dijalankan pada 10 September 2019 mendatang.

Peraturan tersebut dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia untuk melindungi konsumen dari maraknya peredaran oli palsu dan oplosan. Dengan terbitnya peraturan ini diharapkan peredaran oli kendaraan di Indonesia akan semakin terawasi dengan baik.

Reporter : Muhammad Ikbal

(kpl/ikb/tys)

BERI KOMENTAR