HOME » BERITA » BENARKAH AERODINAMIKA SANGGUP MEMENGARUHI KONSUMSI BAHAN BAKAR?

Benarkah Aerodinamika Sanggup Memengaruhi Konsumsi Bahan Bakar?

Sebelum dipakai pada teknologi mobil, aerodinamika banyak dimanfaatkan dalam industri pesawat terbang.

Minggu, 09 Juni 2019 12:18 Editor : Nurrohman Sidiq
Benarkah Aerodinamika Sanggup Memengaruhi Konsumsi Bahan Bakar?
Ilustrasi Aerodinamika Mercedes-Benz (Motoring Research)

OTOSIA.COM - Aerodinamika atau lengkungan bodi mobil diambil dari kata aero dan dynamic yang berarti udara serta perubahan gerak. Secara luas, aerodinamika bisa diartikan sebagai perubahan gerak benda yang disebabkan oleh hambatan udara ketika melaju kencang.

Sebelum dipakai pada teknologi mobil, aerodinamika banyak dimanfaatkan dalam industri pesawat terbang. Seiring berjalannya waktu, industri otomotif pun ikut menggunakan teknologi ini yang digunakan untuk memecah atau mengurangi hambatan udara seminimal mungkin.

Seperti keterangan Toyota Indonesia, Aerodinamika pada mobil juga dikenal dengan istilah Coefficient of Drag (COD), hambatan angin atau bisa disebut dengan ketahanan udara ketika mobil bergerak. Umumnya, satuan COD dibuat untuk mengukur nilai hambatan udara kendaraan yang bergerak cepat seperti pesawat, mobil, dan motor.

1 dari 2 Halaman

Tingkat Coefficient of Drag

Benarkah Aerodinamika Sanggup Memengaruhi Konsumsi Bahan Bakar?Tingkat Coefficient of Drag

Ukuran rata-rata COD untuk mobil produksi massal berkisar antara 0,3-0,6, sementara untuk sports car berada di rentang antara 0,25-0,3 dan bus 0,6-0,7. Angka-angka tersebut didapat setelah mempertimbangkan desain lengkung bagian depan, samping, dan belakang. Nominal-nominal tersebut juga didasari beragam perhitungan matematis, supaya tidak menghambat pergerakan suatu kendaraan.

2 dari 2 Halaman

COD vs Konsumsi BBM

Benarkah Aerodinamika Sanggup Memengaruhi Konsumsi Bahan Bakar?COD vs Konsumsi BBM

Menurut sumber yang sama, para pabrikan mobil saat ini banyak melakukan perubahan pada desain bodi agar memperoleh nilai hambatan yang sekecil mungkin.

Hal ini dilakukan agar mesin kendaraan tidak perlu mengeluarkan tenaga lebih untuk membelah angin, sehingga akan membuat konsumsi BBM menjadi lebih irit.

BERI KOMENTAR