HOME » BERITA » BENARKAH PENJUALAN MOTOR SPORT TURUN AKIBAT SKUTIK?

Benarkah Penjualan Motor Sport Turun Akibat Skutik?

Banyak yang beranggapan bahwa kehadiran skutik membuat penjualan motor sport makin lesu.

Sabtu, 11 Juli 2020 15:15 Editor : Cornelius Candra
Benarkah Penjualan Motor Sport Turun Akibat Skutik?
Kawasaki Ninja 250 (Kawasaki Indonesia)

OTOSIA.COM - Skuter matik (skutik) saat ini tengah mendominasi pasar otomotif Indonesia. Bahkan, 5 motor terlaris di Tanah Air selama bertahun-tahun dihuni oleh produk dari segmen tersebut.

Berbagai pabrikan pun berlomba-lomba menghadirkan produk baru, atau setidaknya melakukan penyegaran motor yang telah menghuni kelas skutik. Tapi, hal ini juga berdampak pada kelas yang laing.

Banyak yang beranggapan bahwa ramainya segmen skutik di Indonesia perlahan menggerus pasar motor sport. Hal ini rupanya diakui oleh Michael C Tanadi, Deputy Head & Sales Promotion PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI).

1 dari 1 Halaman

"Euforia motor sport 2 silinder memang terlihat turun sejak kehadiran skutik besar 150 cc di Indonesia mulai 2014. Pilihan semakin banyak dan itu memang berdampak," terang Michael.

"Dulu sebelum kehadiran skutik, penjualan Kawasaki Ninja 250 bisa menyentuh 1.000 unit, bahkan 1.500 unit. Tapi, sekarang cuma sekitar 400 unit per bulan. Pasar sport memang turun terus," tambahnya.

PT KMI pun berharap hadirnya Kawasaki Ninja ZX-25R mampu menaikkan kembali gairah pasar otomotif Indonesia di kelas motor sport.

BERI KOMENTAR