HOME » BERITA » BENARKAH KEMENKES LARANG MASYARAKAT KE LUAR KOTA KARENA ADA VARIAN BARU COVID-19?

Benarkah Kemenkes Larang Masyarakat ke Luar Kota Karena Ada Varian Baru COVID-19?

Berikut ini cek fakta terkait informasi Kemenkes larang masyarakat ke luar kota karena ada varian baru COVID-19

Jum'at, 01 Oktober 2021 14:15 Editor : Ahmad Muzaki
Benarkah Kemenkes Larang Masyarakat ke Luar Kota Karena Ada Varian Baru COVID-19?
Operasi Penyekatan Arus Mudik di Posko Tanjung Pura Karawang. ©2021 merdeka.com/imam buhori

OTOSIA.COM - Belum lama ini publik dihebohkan dengan informasi yang berisi imbauan agar masyarakat tak ke luar kota karena ada varian baru Covid-19 yang lebih bahaya. Informasi ini sendiri diklaim dari Menteri Kesehatan.

Larangan untuk berkumpul dan ke luar kota ini berlaku selama 3 bulan ke depan. Berikut narasinya:

"Bu Ibu/Pak Bpk sabar dulu ya jngn dulu piknik/ tamasya, ada himbauan dari Menkes bahwa s/d 3 bln kedepan jngn mengadakan acara yg kumpul2/ keluar kota dsb karena ada varian baru virus C12, Mu dan Zeta ini virus kebal thd daya tahan tubuh, jadi kita diminta lebih hati2 dan waspada, virus jenis Mu ini sdh sampai ke Malaysia/ Asia Tenggara, semoga ngga sampai ke Indonesia. aamiin YRA."

1 dari 3 Halaman

Penelusuran

Dikutip dari Liputan6.com, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan RI, dr. Siti Nadia Tarmizi mengatakan pesan berantai itu tidak benar.

"Pesan berantai itu tidak benar. Pesan dari Menteri Kesehatan adalah kita tidak boleh terlena dengan keadaan yang sudah semakin membaik. Kita harus tetap menjaga protokol kesehatan," ujar dr. Nadia saat dihubungi Selasa (28/9/2021).

Menkes, kata Nadia juga mengingatkan mobilitas akan meningkat seiring dengan pelonggaran kegiatan masyarakat. Jadi harus tetap menjaga protokol kesehatan.

"Jadi harus menerapkan protokol kesehatan karena ada varian delta dan juga varian lain yang bisa mengancam," katanya. menambahkan.

2 dari 3 Halaman

Selain itu, juga menghubungi Risa Putranto Ph.D, peneliti genomik molekuler, sekaligus Research Volunteer di Crowdfight COVID-19 di Inggris. Dijelaskan Dari ketiga varian yang disebutkan dalam pesan berantai hanya varian Mu yang ditunjukkan lewat penelitian bisa menurunkan efikasi antibodi.

"Itu pun penelitiannya masih sangat terbatas sehingga masih butuh penelitian lebih lanjut," ujar Risa saat dihubungi.

"Untuk varian Mu memang masuk Variant of Interest (VOI), Zeta tidak masuk VOI dan C.1.2 masuk kategori VUM dari WHO. Memang benar kita harus berhati-hati pada varian apapun, namun informasi yang beredar terkadang tidak akurat," katanya menambahkan.

Menurut data dari WHO varian yang disebutkan dalam pesan berantai bukanlah varian baru. Varian Mu sampelnya ditemukan sejak Januari 2021. Sementara Zeta sampelnya ditemukan sejak 13 April 2020. Sedangkan varian C.1.2 sampelnya ditemukan sejak Mei 2021.

3 dari 3 Halaman

Kesimpulan

Berdasarkan penelusuran yang dilakukan, terkuak fakta bahwa imbauan ini tidaklah benar atau hoaks. Padahal pesan dari Menteri Kesehatan adalah kita tidak boleh terlena dengan keadaan yang sudah semakin membaik. Kita harus tetap menjaga protokol kesehatan.

Referensi

https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4669636/cek-fakta-tidak-benar-imbauan-menkes-larang-ke-luar-kota-dan-kumpul-kumpul-hingga-3-bulan-ke-depan-karena-ada-varian-baru-covid-19

Penulis: Syifa Hanifah

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR