HOME » BERITA » BENGKEL DAIHATSU TETAP SIAGA DI 26 KOTA, TERMASUK UNTUK SERVIS AMBULANS CORONA

Bengkel Daihatsu Tetap Siaga di 26 Kota, Termasuk untuk Servis Ambulans Corona

Dalam situasi pandemi corona COVID-19 Daihatsu tetap menyiagakan bengkelnya di 26 kota di Indonesia.

Jum'at, 15 Mei 2020 19:15 Editor : Nazarudin Ray
Bengkel Daihatsu Tetap Siaga di 26 Kota, Termasuk untuk Servis Ambulans Corona
Daihatsu Mobile Service (Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Efek corona COVID-19 membuat banyak brand patuh terhadap aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), demikian halnya dengan Daihatsu. Sejak aturan berlaku, mereka pun menutup dealer.

Sekalipun demikian, harus ada jalan tengah dalam regulasi terkait perawatan kendaraan. Sadar akan hal ini, mereka pun mengajukan izin IOMKI. Hal ini disampaikan oleh Marketing & Customer Relation Division Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation Hendrayadi Lastiyoso saat digital press conference, Kamis sore (14/5)

"Awal waktu kita mengikuti PSBB 10 April di Jakarta kami tutup. Namun Kementerian Perindustrian mengizinkan untuk sektor usaha tertentu dapat menunjang mobilitas kendaraan. Untuk itu kami mengajukan IOMKI, izin operasional dan mobilitas kegiatan industri. Sekalipun kami melakukan operasional untuk bengkel, sementara showroom kami tetap tutup, kami melakukan protokol COVID-19 ini dengan sangat ketat," ujarnya.

1 dari 2 Halaman

Ketatnya peraturan operasional bengel berlaku melalui pemenuhan syarat-syarat yang diberlakukan. Bukan cuma itu, pelayanan pun hanya berlaku 30 persen dari semestinya.

"Jika cabang belum memenuhi check list operasional, belum kami izinkan. Lalu layanannya juga tidak full team, tidak full capacity. Hanya 30 persen. Jika misalnya ada 10 mekanik, maka hanya 3 yang bekerja. Untuk mengurangi kerumunan," kata dia.

Sampai dengan hari ini, bengkel siaga mereka beroperasi di 26 kota/kabupaten. Tujuannya pun ditekankan bukan untuk komersial, melainkan untuk memberikan layanan, khususnya bagi kebutuhan emergency.

"Misalnya kendaraan operasional Gran Max yang dijadikan ambulans, mobil jenazah, dan logistik. Itu kan mereka sekarang operasionalnya sangat intens. Mereka butuh perawatan. Jadi ini sifatnya untuk yang emergency. Tapi ternyata banyak juga konsumen yang membutuhkan. Misalnya lama tidak dipakai, mobilnya mogok. Mungkin karena misalnya lupa memanaskan," tambahnya.

2 dari 2 Halaman

Layanan Daihatsu ini sendiri terbagi pada bengkel dan mobil servis yang mendatangi konsumen atau Daihatsu Mobile Service (DMS). Layanan masing-masing meningkat seiring kebutuhan perawatan.

"Di masa PSBB tidak terlalu banyak. Orang sangat takut keluar rumah. Hanya 18 persen yang masuk bengkel. Namun sekarang sudah mulai meningkat karena kebutuhannya ada. Data kami menunjukkan peningkatan. Dalam dua minggu ini hampir 50 persen dari masa normal. Sementara DMS justru lebih tinggi 51 persen di awal PSBB," ujarnya.

Satu yang ditekankan selain bengkel tetap dengan prosedur terkait PSBB, konsumen diharapkan melakukan booking service terlebih dahulu, tidak bisa datang tiba-tiba ke bengkel.

"Bukan berarti melanggar PSBB, sebenarnya di bengkel-bengkel ini tetap sepi. Booking dulu jangan tiba-tiba datang karena takutnya mengutamakan yang booking terlebih dahulu," ujarnya.

BERI KOMENTAR