HOME » BERITA » BERAGAM RISIKO YANG KERAP MENGHANTUI UMKM DI MASA PANDEMI

Beragam Risiko yang Kerap Menghantui UMKM di Masa Pandemi

Hal tersebut ia sampaikan dalam kelas online Komunitas Bukalapak x Zurich bertajuk 'Strategi Agar Usaha Tidak Rugi?'.

Kamis, 14 Januari 2021 07:37 Editor : Iwan Tantomi
credit via shutterstock

OTOSIA.COM - Memiliki usaha sendiri boleh dibilang impian sebagian besar orang. Apalagi jika usaha tersebut sukses dijalankan, sejak kali pertama dirintis dengan modal sendiri, hingga akhirnya kini menjadi pemasukan utama. Tentu bahagia rasanya mendapatkan hasilnya. Meski begitu, menjalankan usaha kadang tak semulus ekspektasi.

Ada saja saja risiko yang kerap menghantui para pelaku usaha, terutama pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Derry Avianto, selaku ADMF Business Development Head Adira Insurance pun menjelaskan lebih detail risiko apa saja yang bisa menghampiri para UMKM di masa pandemi seperti ini. Hal tersebut ia sampaikan dalam kelas online Komunitas Bukalapak x Zurich bertajuk 'Strategi Agar Usaha Tidak Rugi?'. Seperti apa?

Penurunan Permintaan Pasar

Pandemi membawa dampak nyata bagi perekonomian. Menurut Derry, beberapa orang mengalami penurunan daya beli, salah satunya karena berkurangnya atau bahkan hilangnya pendapatan utama. Hal ini secara tak langsung turut membuat permintaan pasar jadi menurun. Alhasil, risiko mengalami kerugian pun juga menghantui para pelaku UMKM.

Produksi Terhambat

Penerapan beragam kebijakan selama pandemi juga membuat produksi terhambat. Sebut saja aturan bekerja dari rumah. Bagi industri yang mengandalkan langsung kehadiran tenaga kerjanya untuk proses produksi, akan merasakan langsung dampaknya. Hal ini belum ditambah adanya pegawai yang terkena Covid-19, hingga harus isolasi. Berkurangnya jumlah tenaga kerja, juga akan menghambat kelancaran produksi.

Kesulitan Permodalan

Kerugian yang terjadi akibat pandemi, membuat beberapa pelaku UMKM berupaya penuh untuk bertahan. Tak sedikit akhirnya yang mengalami kesulitan permodalan. "Selain laporan keuangan yang kurang jelas, banyaknya pelaku usaha yang mengajukan pinjaman modal, juga membuat lembaga keuangan jadi lebih selektif untuk memberikan pinjaman," ungkap Derry.

Ketidakjujuran Karyawan

Diakui atau tidak, risiko ini selalu ada. Apalagi jika skala bisnis yang dijalankan sudah sangat besar. Akan sulit memantau dengan detail karakter setiap pegawai. Bagaimanapun, ketidakjujuran karyawan ini bisa membuat kelancaran usaha selama pandemi terhambat.

Kebakaran Tempat Usaha

Risiko lain yang perlu diantisipasi adalah kebakaran tempat usaha. Apalagi jika tempat usahanya berpusat di satu lokasi saja, di mana semua aktivitas, dari produksi, distribusi, hingga penyimpanan barang berada di sana. Jika sampai mengalami kebakaran, tentu akan raib semua tanpa sisa. Kerugian pun tak bisa dihindari.

Kerusakan Tempat Usaha

Sama halnya kebakaran, risiko mengalami kerusakan tempat usaha juga bisa terjadi. Apalagi jika lokasinya dekat dengan banyak institusi pemerintah. Apalagi terjadi kerusuhan akibat demonstrasi misalnya, tentu kerusakan tempat usaha ini juga berisiko terjadi.

Di sinilah pentingnya memiliki asuransi bisnis untuk mencegah beragam risiko tersebut terjadi, terutama bagi para pelaku UMKM di masa pandemi seperti sekarang ini. Begitu banyak manfaat yang bisa dirasakan dari asuransi bisnis, di antaranya pengalihan risiko, pertumbuhan bisnis, pengumpulan premi dana seimbang, serta pencegahan kerugian.

"Dengan kita menyisihkan dana untuk asuransi bisnis itu artinya kita dapat memindahkan risiko kita menjadi risiko perusahaan asuransi," pungkasnya.

(kly/tmi)