HOME » BERITA » BERANI MUDIK KE MAJALENGKA, AWAS BAKAL DIDENDA RP10 JUTA

Berani Mudik ke Majalengka, Awas Bakal Didenda Rp10 Juta

Pemerintah Kabupaten Majalengka berencana menerapkan sanksi denda bagi warga yang mudik ke Majalengka.

Rabu, 29 April 2020 10:15 Editor : Dini Arining Tyas
Berani Mudik ke Majalengka, Awas Bakal Didenda Rp10 Juta
Penyekatan di Majalengka (Liputan6.com)

OTOSIA.COM - Pemerintah sudah resmi melarang mudik bagi siapapun sejak 24 April 2020. Aturan dan sanksinya pun tertuang dalam Permenhub Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Tranportasi Selama Musim Mudik Idul Fitri 1441 H dalam rangka Pencegahan Penyebaran COVID-19.

Larangan tersebut diutamakan bagi warga yang tinggal di wilayah PSBB dan zona merah COVID-19. Tak hanya bagi pengguna kendaraan pribadi seperti mobil dan motor, tapi larangan mudik juga berlaku untuk yang menggunakan moda transportasi umum lain, baik darat, laut, dan udara.

"Tapi pelaksanaan aturan ini masih berlaku untuk daerah yang ditetapkan PSBB," ujar Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Majalengka, Yusanto Wibowo, Senin (27/4/2020) dikutip dari Liputan6.com.

1 dari 2 Halaman

Namun sebelum tanggal 7 Mei 2020 mendatang, sanksi yang diterapkan baru sebatas permintaan kembali ke tempat semula. Begitu pula di Majalengka, pemerintah masih menempuh langkah persuasif dan masih dibahs dengan Polres Majalengka.

Sedangkan tanggal 7 hingga 31 Mei nanti, akan diberlakukan sanksi dan denda. Pihak yang diberi wewenang memberikan sanksi dalam hal ini yakni kepolisian.

"Bagi masyarakat yang melanggar aturan sanksinya cukup berat. Mulai dari putar balik sampai denda Rp 10 juta khususnya yang pulang ke Kabupaten Majalengka," lanjutnya.

2 dari 2 Halaman

Kasat Lantas Polres Majalengka AKP Endang Sujana menjelaskan untuk penerapan larangan dan sanksi pemudik harus melalui tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Majalengka.

Dia menyebutkan, saat ini Polres Majalengka belum menindak tegas pemudik yang melanggar aturan. Polres Majalengka masih melakukan cara persuasif.

"Kami persuasif dulu agar para pemudik kembali ke tempat asalnya," ujar dia.

Namun demikian, ada beberapa jenis kendaraan yang diperbolehkan melintas selain pemudik, yakni kendaraan yang mengangkut sembako, ambulans, pengangkut BBM hingga pejabat yang bertugas dalam perjalanan dinas.

Endang mengaku ingin bersama-sama memberi edukasi kepada masyarakat agar tidak mudik sesuai kebijakan pemerintah.

"Karena covid-19 sudah ditetapkan sebagai bencana nasional. Intinya kami dari pihak kepolisian tetap sifatnya imbauan dengan cara-cara persuasif yang humanis," tandasnya.

BERI KOMENTAR