HOME » BERITA » BERANI TAK BAYAR DENDA TILANG ELEKTRONIK? BERARTI SIAP JIKA STNK DIBLOKIR

Berani Tak Bayar Denda Tilang Elektronik? Berarti Siap Jika STNK Diblokir

Melalu sistem tilang elektronik, pelanggar lalu lintas bakal terekam di kamera pengintai alias CCTV dan di-capture. Lalu surat tilang bakal dikirim ke rumah pemilik kendaraan.

Sabtu, 29 September 2018 14:15 Editor : Dini Arining Tyas
Foto by Liputan6.com

OTOSIA.COM - Ibu Kota, Jakarta sebentar lagi akan menerapkan sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcment (ETLE). Sistem ini akan diuji coba mulai bulan depan.

Melalu sistem ini, pelanggar lalu lintas bakal terekam di kamera pengintai alias CCTV dan di-capture. Lalu surat tilang bakal dikirim ke rumah pemilik kendaraan.

Selama masa uji coba, pengemudi kendaraan yang melanggar hanya bakal dikirimkan peringatan. Namun, jika sistem tilang elektronik ini sudah resmi diberlakukan, pihak kepolisian bakal menindak pelanggar dengan memblokir surat tanda nomor kendaraan (STNK).

"Soal pemblokiran STNK terkait pelanggaran maupun tindak pidana, apakah itu kecelakaan maupun tindak pidana kendaraan bermotor itu sudah diatur, boleh diblokir," ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf di Blok M, Jakarta Selatan, seperti disitat dari news liputan6.com, ditulis Jumat (28/9/2018).

Terkait pemblokiran STNK jika tak membayar denda tilang dalam 14 hari, Kombes Yusuf menegaskan, sistem ETLE atau tilang CCTV ini sudah mempunyai payung hukum yang jelas, yakni Undang-Undang Lalu Lintas dan Undang-Undang ITE.

"Ini sudah ada payung hukumnya jadi di UU 22 LLAJ juga ada, di UU ITE juga ada, masalah pemblokiran STNK yang berkaitan dengan pelanggaran maupun tindak pidana, atau tindak pidana yang berkaitan dengan kendaraan bermotor itu sudah diatur, boleh diblokir," kata Kombes Yusuf.

Dengan adanya tilang elektronik (ETLE), Yusup berharap pengendara berhati-hati dan mengubah perilaku buruk saat berkendara. Karena semua aksi mereka di jalan akan direkam oleh kamera.

"Dengan adanya sistem (Tilang Elektronik) yang canggih dan bagus, kebiasaan-kebiasaan yang tidak bagus akan berubah sendiri karena ada sistem. Yang mengawasi mereka bukan manusia lagi, tapi sistem," pungkasnya.

Tertib saat berkendara tak akan memberikan kerugian. Bukan hanya karena takut ditilang, setiap pengendara harusnya tertib demi keselematan diri.

Sumber: Liputan6.com

(kpl/tys)

BERI KOMENTAR