HOME » BERITA » SYARAT DAN KETENTUAN BERBURU MOBIL DAN MOTOR DI TEMPAT LELANG

Syarat dan Ketentuan Berburu Mobil dan Motor di Tempat Lelang

Tidak sedikit orang tergiur membeli kendaraan dengan harga miring di Balai Lelang. Namun untuk jadi peserta lelang ada persyaratan tertentu.

Minggu, 16 Agustus 2020 10:15 Editor : Nazarudin Ray
Syarat dan Ketentuan Berburu Mobil dan Motor di Tempat Lelang
Ilustrasi lelang mobil (santanderconsumerusa.com)

OTOSIA.COM - Mobil maupun sepeda motor yang ditawarkan dengan cara lelang memang menggiurkan. Selain bisa mendapatkannya dengan cepat, harganya pun lebih murah dari gerai kendaraan bekas.

Calon konsumen lelang selain pribadi, juga ada kelompok pedagang kendaraan bekas. Semuanya saling bersaing memenangkan lelang kendaraan yang ditaksir. Namun, untuk mengikuti proses lelang kendaraan, ada syarat yang harus dipenuhi.

Menurut Bady Qadarsyah Operation Head PT Balai Lelang Astra Natra Jaya (AUKSI), jika berminat dapat mengunjungi ke Balai Lelang untuk mengecek kondisi fisik kendaraan yang diinginkan. Bahkan pihak Balai Lelang mengizinkan konsumen untuk melakukan test drive di tempat lelang.

"Jika tertarik, bisa langsung melakukan pendaftaran dengan memberikan uang jaminan sebesar Rp 5 juta untuk setiap unit mobil dan Rp 1 juta untuk setiap unit motor. (Uang) Ini nantinya akan dikembalikan bila tidak bisa memenangkan lelang tersebut," kata Badydalam diskusi virtual AUKSI bersama Forum Wartawan Otomotif (FORWOT), Rabu (12/8).

1 dari 2 Halaman

Setelah konsumen mendaftar, lanjut Bady, pihak AUKSI akan memberikan program cuan yaitu poin untuk mendapatkan hadiah langsung setiap pemenang lelang. "Lelang itu boleh disaksikan pembeli dan pemilik barang dan juga masyarakat luas," tukasnya

Bady menyarankan, untuk mengikuti lelang, sebaiknya calon konsumen lebih dulu mengecek harga pasaran kendaraan yang ditaksir, baik di dealer maupun di situs-situs marketplace. Jika tidak tahu harga, bisa jadi kendaraan yang dibeli di pelelangan harganya lebih mahal dari gerai mobil atau motor bekas.

"Sebaiknya cek harga dulu, karena di Balai Lelang peserta seringkali nafsu untuk menaikkan harga, sehingga jadinya harganya bisa lebih mahal daripada harga pasaran," imbuhnya.

Kendaraan-kendaraan yang dilelang tersebut biasanya berasal dari tarikan lembaga pembiayaan atau leasing. Meski terjual dengan harga miring, pihak Balai Lelang tidak menjamin kondisinya masih prima. Tapi setidaknya AUKSI hanya menerima kerusakan 30%.

 

2 dari 2 Halaman

"Sebelumnya ada persepsi barang-barang dilelang itu bermasalah. Tapi kami tegaskan ini merupakan prosedur penjualan barang yang aman selama dalam koridor undang-undang hukum," katanya.

Bady mengakui, unit yang dilelang punya banyak kekurangan. Hal ini dirasa wajar mengingat unit yang dilelalng berasal dari leasing. "Memang salah satu kekurangan (lelang), unit yang dilelang apa adanya. Tdak ada perbaikan terlebih dahulu. Inilah yang juga menjadi tugas kami untuk menjelaskannya kepada masyarakat," ungkap Bady.

Dalam kesempatan yang sama Bady mewanti-wanti agar konsumen tidak salah memilih Balai Lelang untuk mencari kendaraan yang dibutuhkan.

"Untuk mengetahui Balai Lelang asli atau tidak, jangan tergiur iklan di media cetak atau online. Balai Lelang yang memiliki kredilitas tinggi punya tempat sendiri untuk (konsumen) melihat unit kendaraan secara langsung. Karenaa di online banyak sekali penipuan yang mengatasnamakan Balai Lelang hanya untuk mengambil keuntungan pribadi," pungkasnya.

BERI KOMENTAR