HOME » BERITA » BEREDAR KABAR TUKANG CUKUR TULARKAN CORONA (COVID-19) KE 91 ORANG, BEGINI FAKTANYA

Beredar Kabar Tukang Cukur Tularkan Corona (COVID-19) ke 91 Orang, Begini Faktanya

Tukang cukur itu bukanlah menularkan Virus Corona, melainkan mengekspose virus itu ke pelanggan dan teman kerjanya

Selasa, 26 Mei 2020 14:00 Editor : Ahmad Muzaki
Beredar Kabar Tukang Cukur Tularkan Corona (COVID-19) ke 91 Orang, Begini Faktanya
Ilustrasi cukur rambut (pixabay.com)

OTOSIA.COM - Tukang cukur yang bekerja di salon Great Clips, Missouri, Amerika Serikat (AS) dikabarkan menularkan Corona (COVID-19) ke 91 orang. Namun kabar yang beredar di media sosial tersebut tidak akurat.

Menurut laporan CNN, Senin (25/5/2020), penata rambut itu bukanlah menularkan Virus Corona, melainkan mengekspose virus itu ke pelanggan dan teman kerjanya. Ini artinya belum tentu terjadi penularan.

Apalagi penata rambut dan pelanggan masih memakai masker. Sehingga masih ada harapan tak ada penularan COVID-19 di sana.

"Individu itu dan klien-kliennya menggunakan penutup wajah. 84 klien yang berpotensi terekspos langsung akan dihubungan oleh Departemen Kesehatan dan ditawari tes, begitu pula tujuh rekan kerja orang itu," ujar departemen kesehatan setempat.

"Departemen berharap karena penutup wajah digunakan selama waktu terpaparnya ini, maka tidak ada kasus tambahan," lanjut pernyataan depkes.

Totalnya ada dua pegawai di salon Great Clips yang positif Virus Corona dan mengekspor 140 orang. Otoritas kesehatan tak mendetail kapan dua orang itu dites positif.

Dua orang penata rambut itu juga diketahui nekat bekerja ketika punya gejala Virus Corona.

1 dari 1 Halaman

Salon Bersih-bersih

Pemilik salon pun mengaku menutup sementara tempat bisnisnya itu. mereka akan melakukan bersih-bersih tempat salon tersebut.

"Kesehatan pelanggan Great Clips dan penata salon adalah prioritas teratas kami dan sanitasi yang patut merupakan praktek industri kosmetik yang penting bagi salon-salon Great Clips," tulis pernyataan pemilik Great Clips.

Direktur departemen kesehatan setempat, Clay Goddard, meminnta masyarakat waspada karena jika kasus melonjak maka sistem kesehatan bisa kewalahan.

Meski demikian, ia berkata puas melihat bersih-bersih di Great Clips dan menilai bisnisnya sudah boleh buka kembali.

Sebenarnya tempat cukur rambut tak begitu esensial selama pembatasan sosial di Amerika. Namun pelaku usaha tetap ada yang membandel. Bahkan beberapa daerah di sana sudah mulai perbolehkan barber dan salon buka kembali.

Sumber: Liputan6.com

BERI KOMENTAR