HOME » BERITA » BEREDAR SURAT PENCAIRAN DP MOBIL PRIBADI BUAT ANGGOTA DPR, INI PENJELASANNYA

Beredar Surat Pencairan DP Mobil Pribadi Buat Anggota DPR, Ini Penjelasannya

Surat tersebut berisikan pemberian uang muka mobil pribadi bagi anggota DPR RI yang dilantik pada Oktober tahun lalu.

Kamis, 09 April 2020 14:45 Editor : Ahmad Muzaki
Beredar Surat Pencairan DP Mobil Pribadi Buat Anggota DPR, Ini Penjelasannya
Gedung DPR. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

OTOSIA.COM - Beredar surat Sekretariat Jenderal dan Bandan Keahlian DPR RI dengan Nomor SJ/4824/Setjen dan BK DPR RI/PK.02/4/2020 tertanggal 6 April 2020, tertulis bantuan uang muka pembelian kendaraan pribadi anggota DPR seniali Rp116.650.000.

Surat tersebut berisikan pemberian uang muka bagi anggota DPR RI yang dilantik pada Oktober tahun lalu.

"Sehubungan dengan itu, maka yang terhormat Bapak/Ibu anggota DPR RI, yang dilantik tanggal 1 Oktober 2020 akan dibayarkan uang muka untuk pembelian kendaraan perorangan sebesar Rp. 116.650.000 dipotong pajak penghasilan 15 persen dan akan ditransfer langsung melalui rekening Bank Mandiri anggota DPR pada 7 April 2020," bunyi surat yang ditandatangani Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar.

1 dari 2 Halaman

Merdeka.com

Dilansir dari Merdeka.com, saat dikonfirmasi, Iskandar memastikan, rencana pemberian uang muka tersebut ditunda. Dia mengaku, penundaan dilakukan pada tanggal 7 April 2020, atau sehari setelah surat tersebut diterbitkan.

"Itu kan sudah dipending ya," katanya saat dihubungi merdeka.com, Rabu (8/4).

2 dari 2 Halaman

Lebih lanjut ia menjelaskan, merujuk ke Perpres 54/2020 ada pemangkasan anggaran belanja, termasuk DPR RI. Anggaran tersebut dialihkan untuk penanganan Corona (COVID-19).

"Anggarannya dialihkan untuk program lain, khususnya penanganan Covid-19," urainya.

Semula, anggaran belanja DPR RI untuk tahun 2020 sebesar Rp 5,118 triliun. Setelah adanya pemangkasan, anggaran belanja DPR menjadi Rp 4,897 triliun.

"Yang dipotong lebih besar dari itu. DPR dipotong anggarannya Rp 220 miliar. Iya lebih dari Rp 220 miliar untuk penghematannya," tandasnya.

BERI KOMENTAR