HOME » BERITA » BERLAKU FEBRUARI 2020, PAHAMI SISTEM TILANG ELEKTRONIK UNTUK SEPEDA MOTOR

Berlaku Februari 2020, Pahami Sistem Tilang Elektronik untuk Sepeda Motor

Tilang elektronik untuk sepeda motor memiliki sistem yang tak jauh berbeda dengan tilang elektronik untuk sepeda motor.

Jum'at, 24 Januari 2020 12:15 Editor : Dini Arining Tyas
Berlaku Februari 2020, Pahami Sistem Tilang Elektronik untuk Sepeda Motor
Tilang elektronik (Liputan6.com)

OTOSIA.COM - Sistem tilang elektronik alias ETLE juga akan berlaku untuk sepeda motor mulai Februari 2020. Para pengguna sepeda motor harus lebih tertib berlalu lintas jika tak ingin mendapatkan surat tilang.

Ada 57 kamera yang terpasang, termasuk di jalur TransJakarta. Kamera ETLE untuk sepeda motor itu bisa mendeteksi tiga pelanggaran. Yakni, pelanggaran rambu lalu lintas, pelanggaran marka jalan, dan penggunaan helm.

Sistem tilang elektronik pada sepeda motor ini pun tak jauh berbeda dengan sistem tilang elektronik untuk mobil. Berikut sistem tilang elektronik untuk sepeda motor:

1 dari 3 Halaman

1. Kamera ETLE akan menangkap gambar kendaraan bermotor yang melanggar aturan lalu lintss.

2. Hasil tangkapan gambar tersebut terkirim langsung ke pusat data di TMC Polda Metro Jaya.

3. Petugas akan memverifikasi jenis pelanggran pengendara motor yang tertangkap kamera ETLE dan mengidentifikasi pelat nomor.

4. Apabila suah terverifikasi jenis pelanggarannya, petugas akan menerbitkan surat konfirmasi.

2 dari 3 Halaman

5. Surat konfirmasi akan dikirim ke alamat pengendara motor yang melanggar selambat-lambatnya tiga hari setelah pelanggaran dilakukan.

6. Pelanggar diberi waktu 7 hari setelah pengiriman surat konfirmasi untuk klarifikasi jika ada kekeliruan dalam proses tilang.

7. Klarifikasi dari pemilik kendaraan dapat dilakukan melalui situs web http://www.etle-pmj.info, melalui aplikasi yang nantinya dapat diunduh melalui Play Store, atau mengiriman kembali blangko konfirmasi yang telah diisi kepada kepolisian.

 

3 dari 3 Halaman

8. Pemilk kendaraan bisa mengklarifikasi jika saat itu kendaraannya dikendarai oleh orang lain, atau kendaraan itu sudah bukan lagi miliknya namun belum dilakukan balik nama oleh pemilik yang baru.

9. Sesudah klarifikasi, pelanggar mendapatkan surat tilang biru sebagai bukti pelanggaran, serta kode BRI virtual sebagai kode virtual pembayaran melalui Bank BRI.

10. Pembayaran bisa dilakukan melallui bank atau mengikuti sidang sesuai jadwal yang ditentukan. Pelanggar memiliki waktu 7 hari lagi setelah proses klarifikasi untuk membayar denda.

BERI KOMENTAR