HOME » BERITA » BERLIBUR AKHIR TAHUN NAIK MOTOR DI MUSIM HUJAN, PERHATIKAN HAL-HAL INI

Berlibur Akhir Tahun Naik Motor di Musim Hujan, Perhatikan Hal-hal ini

Rabu, 05 Desember 2018 18:45 Editor : Ahmad Muzaki
Ilustrasi naik sepeda motor saat hujan (gearpatrol.com)

OTOSIA.COM - Sama seperti menjelang dan sesudah Lebaran, musim liburan Natal dan tahun baru banyak dimanfaatkan sebagian masyarakat untuk berlibur ke luar kota dengan kendaraan pribadi, baik roda empat maupun roda dua.

Barangkali yang membedakannya adalah akhir tahun sudah memasuki musim hujan. Beberapa daerah memiliki curah hujan yang cukup tinggi, sehingga perlu kewaspadaan ekstra saat berkendara, apalagi menempuh jarak yang cukup jauh.

Selain mobil, sepeda motor menjadi salah satu kendaraan favorit yang digunakan untuk mengisi liburan Natal dan akhir tahun ke luar kota. Bahkan tidak sedikit sepeda motor dijejali satu keluarga, istri dan anak ikut dibonceng.

Liburan ke luar kota di akhir tahun dengan sepeda motor, sah-sah saja sepanjang memperhatikan unsur keselamatan, keamanan dan kenyamanan. Segala sesuatunya harus dipersiapkan, terlebih di saat musim hujan.

Menurut Dadan Danil, Asisten Trainer di Technical Training PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) 25, yang pasti adalah membawa jas hujan. Jika berboncengan maka wajib membawa dua jas hujan sekaligus.

Pengendara menggunakan jas hujan (AP/Bullit Marquez)

Lalu hindari membawa barang yang tidak perlu dan mengganggu keseimbangan motor dan konsentrasi, dan malah membuat perjalanan menjadi tidak nyaman. Bawa barang seperlunya saja, karena bermotor saat jalan jalanan basah lebih berisiko.

Persiapan lain, disarankan untuk mengganti oli berikut filter oli jika sepeda motor sekian lama sudah digunakan.

“Nah jangan lupakan mengecek ketebalan ban berikut kembangannya. Kalau sudah mulai habis, jangan tunggu ban botak. Sebaiknya segera ganti baru karena jalanan basah. Ban yang sudah mau habis bisa menyebabkan jadi licin, motor mudah tergelincir. Perhatikan juga tekanan angin, sesuaikan dengan rekomendasi pabrikan, baik saat sendirian atau berboncengan. Untuk ban belakang dikasih 32 psi, dan depan 28 psi okelah, tapi lebih baik isinya pakai nitrogen,” sarannya.

Ban sepeda motor (freeholdtire.com)

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah mengecek kampas rem. Jika sudah tipis segeralah ganti. Jika dipaksakan, terutama perjalan jauh dan berboncengan, kampas rem akan cepat habis. Ini termasuk mengecek gear set atau V-belt untuk motor matik.

“Kalau gear set sudah haus, ganti saja sama baru, takutnya putus di jalan. Jadi semakin menyusahkan. Ya kalau ada bengkel terdekat, bagaimana kalau di daerah sepi dan hujan, yang ada malah dorong. Karena itu pastikan lagi dicek, ganti sekalian gear set. Kalau V-belt biasanya diganti di 30.000 km untuk Skywave, spin dan Skydrive Kalau 20.000 km itu untuk Nex, Nex II, Let’s, dan Adress,” paparnya.

Yang pasti, perhatikan kondisi baterai atau aki dan kabel-kabel. Kabel-kabel yang terkelupas bisa menyebabkan masalah jika terkena cipratan atau guyuran air hujan. Pastikan aki dalam kondisi pengisian penuh.

Periksa pula cangklongan busi dan karetnya. Mesin biasanya gampang mati kalau cangklongan busi kena air. “Kalau karet di cangklongan busi sudah jelek, itu diganti. Karena pada saat lewati genangan itu bisa bikin motor mati. Jadi ini untuk mengantisipasi atau buat jaga-jaga saja,” imbuh Dadan.

Lampu sepeda motor (purposebuiltmoto.com)

Begitu juga lampu wajib diperiksa. Saat musim hujan pandangan sangat terbatas, yang biasanya disertai kabut saat hujan lebat. Penerangan sangat dibutuhkan dalam kondisi ini, agar pemotor dan pengendara lain bisa melihat dan mengantisipasi situasi sekitar.

“Cek semua lampu-lampu di motor. Kalau kurang yakin, dan redup, sebaiknya ganti seluruh lampu. Kalau perlu bersihkan mika jika sudah mulai buram agar pantulan cahaya lampu motor jadi lebih optimal. Saat musim hujan, keberadaan penerangan kendaraan atau cahaya sangat vital,” pungkas Dadan.

Reporter : Nazarudin Ray

 (kpl/nzr/ahm)

BERI KOMENTAR