HOME » BERITA » BERMAIN DI TANAH KERING-BECEK BERSAMA ALL-NEW CHEVROLET COLORADO

Bermain di Tanah Kering-Becek Bersama All-new Chevrolet Colorado

Kamis, 28 September 2017 11:15

Bermain di Tanah Kering-Becek Bersama All-new Chevrolet Colorado
Foto: Hafid
Editor : Ahmad Khoirudin | Reporter : Muhammad Hafid Mobil Terkait : Mobil Chevrolet Colorado Dijual

Otosia.com - Sebagai model double cabin, All-new Chevrolet Colorado menawarkan pengalaman berkendara yang menarik dan cukup unik. Otosia pun sempat mencoba langsung mobil terbaru General Motor Indonesia di daerah Sentul, tepatnya di Desa Pelangi.

Adapun varian yang kami coba adalah All-new Chevrolet Colorado LT dengan mesin diesel 2.5-liter Duramax empat-silinder Fixed Geometry Turbo-Diesel (FGT) dan All-new Colorado High Country yang menggunakan mesin 2.8-liter Duramax empat-silinder Variabel Geometry Turbo-diesel (VGT). GM Indonesia hanya memasukkan kedua varian tersebut ke Indonesia dengan tujuan segmen yang berbeda, yakni LT untuk pasar fleet dan High Country lebih ke personal.

Trek yang kami lewati merupakan medan offroad dengan tingkat kesulitan ringan. Di mana jalur sepanjang kurang dari 500 meter memiliki rintangan berupa turunan curam, jembatan kecil, tikungan dengan kedalaman lumpur cukup dalam dan tanjakan tajam. Keseluruhan rintangan benar-benar menguji dan membuktikan kemampuan mobil yang memiliki daya tampung bak mencapai 1 ton ini.

Varian yang kami coba pertama adalah High Country dengan sistem transmisi otomatis enam percepatan. Menghadapi turunan pertama, kami langsung mencoba fitur 4WD Control Switch dan Hill Decent Control (HDC).

Sebelum memulai turun, mobil pun kami hentikan untuk mengubah pengaturan penggerak roda dari 2 wheel-drive menjadi 4 wheel-drive low. Cara pengaktifannya menggunakan sistem shift on the fly mengharuskan kami mengubah transmisi ke netral terlebih dahulu dalam kecepatan di bawah 5 kilometer per jam. Hal ini berlaku juga dengan varian LT bertransmisi manual.

Kemudian tanpa menginjak pedal apapun, mobil pun meluncur dengan perlahan sambil tetap mempertahankan kecepatan 8 kilometer per jam melalui pengaplikasian rem otomatis oleh HDC. Sayangnya fitur ini tak dimiliki varian LT, namun besarnya torsi memberikan efek engine break yang cukup membantu saat jalan menurun.

Mulai menghadapi trek esktrem berupa jembatan kecil dan tikungan dengan lumpur cukup dalam, keseruan pun dimulai. Untuk High Country meski respon tenaga dari pedal sedikit terlambat, namun ledakan tenaga dari mesin 2.800 cc VGT mampu melejitkan mobil dengan mudah. Begitu pula varian LT yang terasa lebih responsif lantaran transmisi manualnya. Sayangnya, keduanya sedikit harus bersusah payah akibat ban standar yang digunakan untuk melibas trek berlumpur yang terkena hujan.

Meskipun begitu, kendali dalam kabin terasa sangat mudah atau tak membutuhkan banyak usaha. Hal ini sangat terasa pada varian LT manual, di mana posisi gigi kedua tetap mampu mendorong mobil melewati trek ekstrem tersebut dengan hanya bermain pedal gas dan roda kemudi yang ringan. Hal ini berlaku juga pada High Country, bahkan kami rasa bagi pemula yang tak terbiasa trek offroad pun dapat dengan mudah mengendarainya.

Terakhir adalah trek menanjak yang tajam. Dengan sudut tanjak hampir mencapai 45 derajat, menariknya kedua mobil dapat berjalan tanpa kami perlu menginjak pedal gas. Hal ini sangat terasa pada varian manual yang memiliki torsi sebesar 500 Nm pada 2 ribu rpm.

Secara keseluruhan performa yang ditawarkan mobil yang sudah mampu menelan bahan bakar B20 ini sangat baik, khususnya di medan offroad. Dengan tampilan yang garang dan modern, mobil ini cocok tak hanya cocok untuk para penghobi offroad, namun juga mereka yang ingin bergaya menghadapi kemacetan jalan aspal.

 (kpl/fid/rd)






Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami

APA PENDAPAT ANDA ?

2017-12-14
detail

BERITA POPULER