HOME » BERITA » BERMODAL BESI BEKAS DAN MESIN MOTOR MATIK, LANSIA ASAL TANJUNGJABUNG BARAT BERHASIL BIKIN HELIKOPTER

Bermodal Besi Bekas dan Mesin Motor Matik, Lansia Asal Tanjungjabung Barat Berhasil Bikin Helikopter

Begini kisah lansia asal Tanjungjabung Barat yang berhasil bikin helikopter

Jum'at, 09 Juli 2021 13:15 Editor : Ahmad Muzaki
Bermodal Besi Bekas dan Mesin Motor Matik, Lansia Asal Tanjungjabung Barat Berhasil Bikin Helikopter
helikopter dari barang bekas karya Usman. ©2021 Merdeka.com/Antara

OTOSIA.COM - Meski cuma mengenyam pendidikan sampai kelas dua SR (sekolah rakyat), siapa sangka Usman Jalil (65) mampu membuat helikopter. Menariknya, ia hanya bermodalkan barang bekas saja.

Usman Jalil menciptakan helikopter dari besi bekas dan dua unit mesin sepeda motor matik. Ia menyebut helikopter buatannya bisa mengudara. Kisahnya menjadi viral di media sosial.

1 dari 5 Halaman

Saat ditemui di kediamannya sekaligus bengkel tempat helikopter dirakit, Usman Jalil berbagi cerita. Dia menceritakan awal mula muncul ide membuat helikopter. Ternyata sudah lama, sejak 1997. Saat itu, dia masih bekerja di Saumil atau tempat pemotongan kayu. Dia harus keluar masuk hutan dengan medan jalan yang hancur dan jarak tempuh lama untuk mencapai lokasi bekerja. Dia kemudian berpikir keras bagaimana cara sampai ke Saumil dengan singkat dan akhirnya dia merakit helikopter dari rotan dan tenaga pemutar baling baling dari gergaji mesin.

Tetapi hasilnya tidak langsung didapat. Dia berkali-kali gagal membuat helikopter itu. Berkat kegigihan dan tekad yang kuat, ia berhasil membangun helikopter kembali. Dan kali ini berhasil terbang.

"Kalau gagalnya dak terhitung lagi, berpuluhan kali gagal," ceritanya. Demikian dikutip dari Antara, Kamis (8/7).

2 dari 5 Halaman

Untuk menyalurkan hobinya yang menantang, Usman Jalil kembali membuat helikopter. Kali ini dia memakai bahan sisa besi tua. Pembuatan helikopter itu sendiri memakan waktu kurang lebih sekitar tiga bulan lamanya.

Tidak ada penggunaan barang baru, semuanya menggunakan bahan bekas. Untuk kepala helikopter dia buat dari bekas kepala mobil dan besi. Begitu juga badan helikopter berasal dari sisa-sisa besi tua. Sementara tenaga untuk memutar baling baling menggunakan dua unit mesin kendaraan bermotor.

3 dari 5 Halaman

Usman menceritakan, helikopter tersebut dibuat secara otodidak. Meskipun ada yang kurang dalam perakitan seperti, tali seplin, shok breaker dan kelahar duduk, Usman optimis helikopter buatannya bisa terbang.

Dia menjelaskan, bahan pembuatan helikopter tersebut didapat dari mengumpulkan besi tua. Diutamakan besi yang tidak memiliki berat berlebih atau lebih ringan. Soal biaya yang dibutuhkan, dia tidak menghitung.

"Saya kumpul kumpul duit hasil penjualan depot air untuk membeli bahannya," kata dia.

"Kalau ditotal sekitar Rp35 juta hingga Rp40 jutaan sudah habis untuk biaya buat helikopter itu dan sudah ada juga yang menawar untuk membelinya atau memesan dibuatkan," sambungnya.

4 dari 5 Halaman

Diremehkan Keluarga dan Tetangga

Dalam pembuatan helikopter tersebut, Usman Jalil sempat dimarahi oleh anak dan menantunya. Mereka menilai membangun helikopter tersebut membuang uang saja.

Seperti yang diceritakan istri Jalil, Nurhayati. Dia mengatakan selain ada penolakan dari anak dan menantunya, banyak warga yang meremehkan Usman mampu membuat helikopter.

5 dari 5 Halaman

Bukannya semakin pesimis, hal itu malah membuat suaminya semakin bersemangat. Bahkan ia semakin gigih untuk bisa membuat helikopter.

"Bapak kalau sudah digituin, semangatnya tambah karena bapak pengen membuktikan ke masyarakat. Bahwa beliau bisa," kata Nurhayati.

Penulis: Lia Harahap

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR