HOME » BERITA » BERMODALKAN UANG RP14 MILIAR, PRIA RUSIA NEKAT MENYABOTASE PABRIK TESLA

Bermodalkan Uang Rp14 Miliar, Pria Rusia Nekat Menyabotase Pabrik Tesla

Bukan main, pria Rusia nekat menyabotase pabrik Tesla untuk mencuri rahasianya

Senin, 22 Maret 2021 19:15 Editor : Ahmad Muzaki
Bermodalkan Uang Rp14 Miliar, Pria Rusia Nekat Menyabotase Pabrik Tesla
Ilustrasi pabrik Tesla (Tesla)

OTOSIA.COM - Pabrik Tesla sudah berulang kali disabotase. Terkait tindak kriminal itu, sebuah kasus lama yang baru saja diketahui motif di baliknya pun terungkap baru-baru ini. Seorang pria Rusia berencana untuk menyabotase pabrik baterai Tesla di Amerika Serikat dan mencuri rahasianya.

Menurut Autoblog yang dilansir dari Zing, pria tersebut diadili di Kota Reno, Nevada, Amerika Serikat. Dalam persidangan terakhir yang telah dilakukan beberapa waktu lalu, ia mengaku telah menyuap karyawan Tesla sebesar $1 juta atau sekitar Rp14 miliar (Kurs $1=Rp14.413).

1 dari 2 Halaman

Dengan bantuan karyawan Tesla itu, pelaku bernama Kriuchkov itu berencana untuk memasukkan ransomware ke sistem kendali pabrik baterai Tesla. Langkah selanjutnya, ia berencana melumpuhkan pabrik dan mencuri rahasia Tesla.

Sedangkan kaki tangannya atau karyawan Tesla tadi menerima pembayaran dalam rupa bitcoin. Namun sayangnya identitas karyawan tersebut belum dibongkar.

Kriuchkov sendiri datang ke Amerika pada pertengahan tahun lalu dengan paspor turis. Sabotase yang ia lakukan pun gagal usai FBI bertindak cepat.

2 dari 2 Halaman

Kriuchkov pun ditangkap saat dalam perjalanan ke bandara di Los Angeles untuk melarikan diri. Setelah itu, ia ditahan sejak Agustus 2020.

Selain mengaku bersalah, Kriuchkov juga mengatakan kepada hakim bahwa pemerintah Rusia mengetahui aksinya itu. Namun pihak FBI dan pengadilan belum membuat tuduhan apapun terkait hal itu.

Mereka hanya mengatakan bahwa Kriuchkov adalah anggota dari organisasi kriminal berteknologi tinggi. Organisasi ini mengkhususkan menggunakan kode berbahaya untuk mendapatkan keuntungan ilegal dari perusahaan di seluruh dunia.

BERI KOMENTAR