HOME » BERITA » BERNIAT LEWAT JALUR ALTERNATIF, ROMBONGAN TUKANG CUKUR ASLI GARUT GAGAL MUDIK

Berniat Lewat Jalur Alternatif, Rombongan Tukang Cukur Asli Garut Gagal Mudik

Kelima orang yang memiliki usaha pangkas rambut di daerah Cileungsi, Kabupaten Bogor dan Bekasi ini tidak bisa mengelak saat diinterogasi polisi. Setelah diketahui hendak mudik ke Garut, polisi akhirnya menyuruh mereka untuk putar balik.

Rabu, 29 April 2020 14:15 Editor : Ahmad Muzaki
Berniat Lewat Jalur Alternatif, Rombongan Tukang Cukur Asli Garut Gagal Mudik
Lalu Lintas di Tol Jagorawi. ©2020 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

OTOSIA.COM - Sejak 24 April lalu pemerintah secara resmi larang mudik Lebaran 2020. Ini guna mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19) makin meluas. Namun masih ada sebagian orang yang membandel dan langgar aturan tersebut dengan lewati jalur alternatif untuk hindari pemeriksaan.

Salah satunya adalah jalur alternatif Jonggol, Kabupaten Bogor. Jalur ini menjadi pilihan pemudik asal Jakarta dan Bekasi karena dianggap lebih cepat sampai ke lokasi tujuan seperti Cianjur, Bandung dan sekitarnya.

Hanya saja jalur tersebut sudah dijaga polisi, dan pemudik terpaksa harus putar balik. Itulah yang dialami Hasan yang terjaring pemeriksaan di check point Jonggol ketika akan mudik ke daerah Garut. Kendaraan yang ia bawa berisi rombongan tukang cukur rambut.

1 dari 3 Halaman

Dilansir Merdeka.com, kelima orang yang memiliki usaha pangkas rambut di daerah Cileungsi, Kabupaten Bogor dan Bekasi ini tidak bisa mengelak saat diinterogasi polisi. Setelah diketahui hendak mudik ke Garut, polisi akhirnya menyuruh mereka untuk putar balik.

"Kalau memang dilarang, saya balik lagi saja," kata Hasan, Selasa (28/4).

Dirinya mengira jalur tersebut terbebas dari penjagaan polisi, sehingga ia pun berniat mudik dengan sewa sebuah mobil.

"Dikira di sini enggak ada pos pemeriksaan. Kalau lewat tol sudah jelas ada, makanya lewat sini," terangnya.

2 dari 3 Halaman

Usaha Sepi Gara-Gara Corona

Sejak pandemi virus corona mewabah ditambah adanya pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBBB) di Bogor, ia memilih menutup usahanya. Selain karena sepi pelanggan, juga berisiko terjadinya penularan Covid-19.

"Daripada enggak ada pekerjaan lagi, akhirnya sama teman berinisiatif pulang ke kampung," ujar Hasan.

Kapolsek Jonggol AKP Agus Hidayat mengatakan, ada sekitar 20 kendaraan roda dua maupun empat yang berniat mudik diminta untuk putar balik kembali ke tempat asalnya. Salah satunya rombongan tukang cukur rambut.

3 dari 3 Halaman

Kecurigaan petugas jaga terhadap kendaraan tersebut sangat beralasan. Sebab, mobil itu mengangkut banyak penumpang dan membawa beraneka barang dalam tas besar.

"Mereka juga melakukan pelanggaran kapasitas roda empat. Harusnya kapasitas penumpang tidak melebihi 50 persen," kata dia.

Ketika diinterogasi rombongan tersebut mengaku jika akan mudik ke Garut. Karena ada larangan mudik, akhirnya polisi meminta mereka untuk putar balik.

BERI KOMENTAR