HOME » BERITA » BERPOTENSI JADI PEMAIN BESAR, JOKOWI INGIN MOBIL LISTRIK SEGERA BERI PEMASUKAN KE NEGARA

Berpotensi Jadi Pemain Besar, Jokowi Ingin Mobil Listrik Segera Beri Pemasukan ke Negara

Sebagai negara dengan cadangan nikel terbesar, Indonesia dinilai bisa memainkan pasar mobil listrik dari hulu ke hilir. Presiden Jokowi pun menginginka sektor mobil listrik segera bisa memberikan pendapatan untuk negara.

Jum'at, 22 Januari 2021 14:15 Editor : Dini Arining Tyas
Berpotensi Jadi Pemain Besar, Jokowi Ingin Mobil Listrik Segera Beri Pemasukan ke Negara
Mobil listrik (merdeka.com)

OTOSIA.COM - Indonesia diyakini bisa menjadi pemain besar di pasar mobil listrik. Dengan sumber daya yang memadai, Indonesia bahkan dinilai bisa membuat industri kendaraan listrik dari hulu ke hilir.

Terlebih jika mengingat Indonesia punya modal karena memiliki cadangan nikel terbesar di dunia untuk produksi baterai mobil listrik. Maka itu, Presiden Joko Widodo berkomitmen untuk mendorong industru mobil listrik, agar dapat segera memberi pendapatan dan pemasukan kepada negara.

"Teknologi kita punya kesempatan besar dalam bangun industri dari hulu ke hilir dari mobil listrik lewat lithium baterai yang nikelnya kita miliki. Ini yang harus didorong agar bisa segera dilaksanakan dan beri kontribusi besar bagi negara," ungkapnya, Kamis (21/1/2021).

1 dari 2 Halaman

Untuk jangka panjang, dia melihat Indonesia juga punya potensi pada produk dan ekonomi ramah lingkungan (green product, green economy). Menurut dia, semua negara kawasan kini telah menaruh perhatian pada sektor tersebut.

"Dan kita sekali lagi punya kesempatan besar masuk ke produk hijau dan ekonomi hijau. Karena ke depan semakin tingginya kesadaran masyarakat akan lingkungan hidup. Ini akan berpengaruh semua pada ekonomi, bisnis global, dan tentu saja akan berpengaruh pada ekonomi kita," serunya.

2 dari 2 Halaman

Selain itu, pelaku usaha Indonesia disebutnya mau tak mau akan masuk pada digital ekonomi. Jokowi menyatakan, digitalisasi wajib dikuasai agar Indonesia tetap bisa bersaing dengan negara lain.

"Semua industri pasti harus masuk ke sini. Pemerintah, pendidikan, kesehatan, semuanya harus masuk pada digitalisasi. Sehingga semakin efisien, semakin kompetitif, dan kita bisa bersaing dengan negara lain," ujar Jokowi.

Sumber: Liputan6.com/Merdeka.com

BERI KOMENTAR