HOME » BERITA » BERSAING DI INDONESIA, APA MODAL MOTOR LISTRIK LINCAH?

Bersaing di Indonesia, Apa Modal Motor Listrik Lincah?

Motor listrik Lincah baru saja dirilis dan akan menantang Gesits. Apa saja yang dimiliki skutik ini?

Kamis, 31 Januari 2019 16:45 Editor : Cornelius Candra
Motor listrik Lincah (Otosia.com/ Ikbal)

OTOSIA.COM - Rabu kemarin (30/1), Lincah Group resmi memperkenalkan motor listrik mereka, yaitu Lincah, dalam acara Masyarakat Konservasi & Efisiensi Energi Indonesia (MASKEEI) di BSD, Tangerang. Motor listrik bergaya skuter matik (skutik) ini diklaim menggunakan 60% bahan lokal di dalamnya.

Motor listrik Lincah ini memiliki desain layaknya motor skutik pada umumnya. Pada bagian depan, terdapat lampu depan projector, lampu sein di bodi, dan spakbor yang menyatu.

Bergeser ke samping, Lincah memiliki desain footstep penumpang yang cukup unik yaitu masuk ke sideskirt motor dan cenderung ke depan, sehingga cukup sulit untuk mengeluarkannya.

Komponen tersebut menggunakan warna yang cukup menyala yakni warna merah. Untuk lampu belakang, Lincah menggunakan bohlam LED pada lampu remnya serta memiliki desain lampu sein yang terpisah.

Untuk speedometer, Lincah menggunakan model cluster digital yang dilengkapi pula dengan indikator kapasitas baterai.

Di sektor kaki-kaki, Lincah menggunakan suspensi teleskopik di depan dan belakang ditopang dual-suspension. Kedua rodanya dikawal rem cakram.

Lincah memiliki bagasi yang cukup luas di bawah joknya dan terdapat sakelar untuk menyalurkan arus listriknya. Terminal untuk melakukan charging terletak di bagian depan jok, tepatnya di antara footstep depan.

Motor listrik ini menggunakan dua buah baterai LifePo4 berkapasitas 2 kwh. Dengan demikian, kedua komponen tersebut dapat bekerja bergantian sehingga lebih tahan lama dan tidak mudah panas.

Dengan berbekal sepasang baterai tersebut, Lincah mampu menempuh jarak sejauh 120 km tanpa mengisi ulang. Baterai tersebut terlihat diletakkan di bawah bodi motor.

Sepasang baterai tersebut diklaim dapat menghasilkan tenaga setara mesin konvensional berkapasitas 100cc. Motor listrik ini dapat melaju dengan kecepatan maksimum 70 km/jam.

Kristian Sutikno,kepala engineering Lincah Group, juga mengatakan bahwamotor ini dapat melakukan pengisian tenaga secara otomatis. Sehingga pada saat motor melakukan pengereman atau deselarasi, tenaga yang harusnya terbuang tersebut dapat mengisi kembali.

Kristian juga menambahkan bahwa Lincah ini sudah dilengkapi dengan sistem ECU computerize dan dikatakan akan mampu bekerja dalam cuaca seperti di Indonesia.

(kpl/ikb/crn)

BERI KOMENTAR