HOME » BERITA » BIAYA SERTIFIKASI OLI SNI TEMBUS RP30 JUTA PER KATEGORI

Biaya Sertifikasi Oli SNI Tembus Rp30 Juta Per Kategori

Oli wajib SNi akan mulai diterapkan pada September 2019 mendatang. Biaya sertifikasi SNI untuk setiap kategori oli berkisar Rp 25 juta hingga Rp 30 juta.

Jum'at, 29 Maret 2019 19:00 Editor : Dini Arining Tyas
ilustrasi

OTOSIA.COM - Peraturan oli atau pelumas wajib SNI di Indonesia masih ditentang oleh beberapa importir dan produsen pelumas di Indonesia. Tapi peraturan yang diterbitkan Kementerian Perindustrian itu akan mulai diterapkan pada September 2019.

Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) Nomor 25 Tahun 2018 itu dianggap memberatkan, karena biaya yang harus dikeluarkan cukup tinggi untuk mendapatkan sertifikan SNI. Menurut Ketua Bidang Pengembangan Asosiasi Produsen Pelumas Indonesia (Aspelindo), Andria Nusa, biaya untuk sertifikasi itu sebenarnya tidaklah terlalu mahal.

Setiap kategori pelumas, biaya yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan sertifikasi SNI sekitar Rp 25 juta hingga Rp 30 juta.

"Sekitar segitu, tidak mahal bagi produsen yang memang jual pelumasnya banyak. Jadi tidak ada alasan untuk tidak melakukan uji SNI," kata Andria Nusa, saat FGD bertajuk 'Implementasi Peraturan SNI Wajib Pelumas Bagi Perlindungan Konsumen' yang digelar Forum Wartawan Industri (Forwin) di Jakarta, seperti dikutip dari Bisnis Liputan6.com.

Menurutnya, jika produsen melihat angka Rp 25 juta atau Rp 30 juta memang akan kelihatan mahal. namun, jika saja produsen menghitung secara seksama, biaya yang dikeluarkan untuk mengantongi sertifikat SNI tidak mahal.

"Katakanlah Rp 100 juta untuk melakukan uji SNI. KEtika jualannya sampai 1.000 (botol oli), biayanya hanya Rp 100 per oli," tandas Andria.

Sumber: Liputan6.com

(kpl/tys)

BERI KOMENTAR