HOME » BERITA » BICARA PELUANG MOBIL LISTRIK DI INDONESIA, INI KATA GAIKINDO

Bicara Peluang Mobil Listrik di Indonesia, Ini Kata Gaikindo

Kendaraan masa depan yang hemat energi dan ramah lingkungan saat ini memang sedang gencar-gencarnya dikembangkan di seluruh dunia. Salah satu sumber energi lain selain bahan bakar yakni energi listrik. Beberapa perusahaan otomotif saat ini mulai banyak yang menawarkan mobil listrik mereka untuk masyarakat luas.

Kamis, 31 Januari 2019 09:45 Editor : Ahmad Muzaki
Ilustrasi mobil listrik merek Tesla (Tesla)

OTOSIA.COM - Kendaraan masa depan yang hemat energi dan ramah lingkungan saat ini memang sedang gencar-gencarnya dikembangkan di seluruh dunia. Salah satu sumber energi lain selain bahan bakar yakni energi listrik. Beberapa perusahaan otomotif saat ini mulai banyak yang menawarkan mobil listrik mereka untuk masyarakat luas.

Salah satu mobil listrik yang paling familiar tentu saja Tesla, sudah banyak negara di dunia yang menghadirkan Tesla ke pasar otomotif dalam negerinya. Namun sayangnya, hal berbeda justru dialami Indonesia, bisa dibilang saat ini Indonesia masih belum ramah terhadap kendaraan listrik.

Meskipun saat ini pemerintah sedang serius mempersiapkan PerPres (Peraturan Presiden) terkait regulasi kendaraan listrik di Indonesia yang kabarnya akan segera rampung akhir Februari ini. Namun Gaikindo selaku wadah dari industri otomotif di tanah air justru masih meragukan kesiapan Indonesia dalam menerima kehadiran kendaraan listrik.

Menurut Kukuh, terdapat beberapa hal yang menurutnya masih menjadi penghambat dari berkembangnya mobil listrik di tanah air. Salah satunya yaitu harga jualnya yang masih sangat tinggi.

Harga jual yang tinggi dapat dikatakan akan sangat sulit menarik minat para konsumen untuk beralih menggunakan kendaraan listrik.

"Untuk saat ini saja kendaraan hybrid saja harganya kan kisaran Rp500 Jutaan, tentu berbeda jauh dengan kendaraan berbahan bakar bensin yang bisa di dapatkan dengan harga Rp150-200 jutaan saja, sementara masyarakat kita kan paling banyak ini daya beli mobilnya di angka Rp120-200 jutaan," ujar Kukuh.

Kukuh juga menambahkan faktor lain yang menjadi penghambat dari perkembangan mobil listrik di Indonesia yakni terkait usia pakai dari komponen baterai di kendaraan listrik yang masih belum bisa dibuktikan secara real.

Menurut Kukuh, saat ini hampir sebagian besar teknologi baterai mobil listrik dikembangkan di negara barat yang memang beriklim dingin.

"Kendala lainnya tentu terkait usia baterai, selama ini kan baterai tersebut dikembangkan di negara dingin. Sedangkan di Indonesia ini cuacanya panas, jadi apakah baterai tersebut akan memiliki ketahanan yang sama antara di Indonesia dan negara-negara Eropa. Belum lagi biaya baterai ini mungkin tidak murah," tambah Kukuh.

Dua hal tersebutlah yang saat ini masih menjadi konsen bagi Gaikindo untuk melihat peluang industri kendaraan listrik di tanah air. Terakhir Kukuh menambahkan bahwa Indonesia kemungkinan baru akan siap menerima kehadiran mobil listrik secara penuh sekitar 4-5 tahun ke depan.

(kpl/ikb/ahm)

BERI KOMENTAR