HOME » BERITA » BISAKAH BERKAS KENDARAAN YANG SUDAH DIHAPUS DIREGISTRASI ULANG?

Bisakah Berkas Kendaraan yang Sudah Dihapus Diregistrasi Ulang?

Masyarakat masih mempertanyakan bisa atau tidak kendaraan yang registrasinya telah dihapus dihifupkan lagi.

Selasa, 11 Desember 2018 17:15 Editor : Cornelius Candra
STNK (Liputan6.com/ Angga Yuniar)

OTOSIA.COM - Registrasi dan identifikasi mobil dan motor akan dihapus jika pemilik tidak memperpanjang pajak kendaraan selama dua tahun, sejak masa berlaku lima tahunan STNK habis. Dengan kata lain, kendaraan akan berstatus bodong dan tidak legal digunakan di jalan raya.

Namun, beberapa waktu belakangan, beredar video yang menyebutkan jika Regident (Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor ) yang sudah dihapus, bisa didaftarkan kembali layaknya mobil atau motor baru.

Dijelaskan Kompol Bayu Pratama Gubunagi, Kasi STNK Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya, tidak ada dalam Undang-Undang yang menyebutkan pemilik bisa mendaftarkan kembali kendaraannya setelah dihapus.

"Saya juga tidak tahu ini siapa yang ngomong. Aturan di UU gak ada menyatakan bisa didaftar kembali," jelas Kompol Bayu saat dikonfirmasi Liputan6.com, Selasa (11/12/2018).

Sementara itu, sebelumnya pria ramah ini mengatakan, peraturan penghapusan regident kendaraan jika telat membayar pajak selama dua tahun ini sudah resmi diberlakukan sejak 2009.

Hal tersebut sesuai dengan ketentuan Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009."Dari 2009 aturannya sudah ada, cuma saat ini sedang diintensifkan dan dioptimalkan untuk bisa dilaksanakan. Sejak peraturan diberlakukan 2009, aturan ini belum dilaksanakan, dan ini bukan barang baru," jelas Kompol Bayu beberapa waktu lalu.

Lanjut Bayu, dengan sudah dihapusnya kendaraan dari daftar regident ranmor, maka benar-benar tidak bisa dilakukan pendaftaran atau registrasi kembali, bagaimana pun caranya. Jadi, kendaraan benar-benar akan menjadi bodong dan tidak bisa dioperasikan di jalan raya.

"Setelah dihapuskan tidak bisa diregistrasi kembali," tegas Kompol Bayu.

Hal itu sesuai dengan ketentuan Peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2012. Regulasi ini menyatakan bahwa kendaraan bermotor yang sudah dinyatakan dihapus, tidak dapat diregistrasi kembali dan berakibat kendaraan bermotor tidak dapat dioperasionalkan.

Sumber: Liputan6.com

(kpl/crn)

BERI KOMENTAR