HOME » BERITA » BOS PETRONAS SRT NGAKU NYESEL REKRUT VALENTINO ROSSI, MENGAPA?

Bos Petronas SRT Ngaku Nyesel Rekrut Valentino Rossi, Mengapa?

Ini alasan Bos Petronas SRT Razlan Razali menyesal merekrut Valentino Rossi

Rabu, 08 Desember 2021 15:15 Editor : Ahmad Muzaki
Bos Petronas SRT Ngaku Nyesel Rekrut Valentino Rossi, Mengapa?
Valentino Rossi (Instagram/@valeyellow46)

OTOSIA.COM - MotoGP 2021 menjadi musim terakhir Valentino Rossi di ajang balap motor paling bergengsi di dunia itu. Ia mengakhiri kariernya alias pensiun di tim satelit Petronas Yamaha SRT.

Namun siapa sangka bos dari tim asal Malaysia yang kini berganti nama menjadi WITHU Yamaha RNF itu, Razlan Razali mengaku menyesal pernah merekrut rider berjuluk The Doctor tersebut.

"Jika saya bisa memutar waktu, saya akan memutuskan pada Juni 2021 untuk menerima tawaran kontrak baru pertama dari Petronas. Tapi saya ingin bernegosiasi untuk mendapatkan lebih banyak uang," katanya kepada Speedweek yang dikutip Rabu (8/12/2021).

"Dan sejujurnya, saya seharusnya tidak merekrut Valentino!," tambahnya.

1 dari 5 Halaman

Alasan

Banyak juga dari pecinta balap yang beranggapan bahwa pihaknya tak punya pilihan untuk tidak merekrut Rossi. Namun Razlan Razali mengatakan bahwa hal itu tidaklah benar.

"Selalu ada asumsi bahwa kami tidak punya pilihan selain mengontrak Valentino pada 2021. Asumsinya kami mendapat tekanan dari Yamaha, tapi tidak, tidak ada tekanan," jelasnya.

2 dari 5 Halaman

Lebih lanjut, Razlan Razali mengungkapkan bahwa sebenarnya ia sempat percaya dengan Rossi bisa membawa timnya ke posisi atas. Hal itu bermula saat Rossi mampu meraih podium di seri Jerez 2020 lalu.

Namun sayangnya prediksinya itu salah. Rossi sempat terinfeksi COVID-19 dan harus absen balapan, serta performanya tak kunjung membaik hingga akhir musim 2021.

"Saya pikir Valentino menempatkan dirinya di bawah tekanan. Pembalap muda jauh lebih cepat. Valentino mencatat waktu putaran yang lebih baik daripada di masa lalu. Tapi itu tidak cukup. Dia menginginkan kesuksesan, hati dan pikirannya siap untuk itu - tetapi tubuh tidak mengikutinya," tegasnya lagi.

3 dari 5 Halaman

Juara Dunia ke-10

Valentino Rossi kini sudah pensiun dari ajang MotoGP. Ia pun mengaku sedikit bersedih karena tak bisa meraih gelar juara dunia ke-10. Terlebih lagi ia menjadi runner-up pada lima kesempatan berbeda.

Melansir Crash.net, dari lima kesempatan tersebut ia menyoroti kekalahannya di tangan Nicky Hayden pada tahun 2006. Selain itu yang paling menyakitkan dari semuanya adalah kekalahan dari rekan setimnya Jorge Lorenzo pada 2015.

"Saya sedikit sedih tidak memenangkan kejuaraan kesepuluh, terutama karena saya pikir saya pantas, untuk level dan kecepatan saya," katanya.

"Saya kalah dua kali di balapan terakhir. Jadi saya pikir saya pantas mendapatkan sepuluh," pungkasnya.

4 dari 5 Halaman

Akan tetapi Rossi tak mau mengeluh terkait hasil kariernya selama berkiprah di MotoGP. Karena pada dasarnya pembalap 42 tahun ini memiliki sejarah mentereng di ajang MotoGP.

"Saya memiliki karir yang sangat panjang. Untungnya, saya memenangkan banyak balapan dengan beberapa momen, beberapa kemenangan yang tak terlupakan. Itu adalah kegembiraan yang murni. Setelah 10 hari saya masih menertawakan diri saya sendiri," jelasnya.

"Saya ingin mengatakan ada tiga kejuaraan yang paling penting dalam karir saya. Tahun 2001 ketika saya memenangkan 500 kejuaraan terakhir. 2004 ketika saya memenangkan tahun pertama bersama Yamaha. Dan juga 2008, karena sudah pada 2008, saya 'tua dan selesai' karena setelah lima kejuaraan berturut-turut, saya kalah untuk dua tahun," imbuhnya.

5 dari 5 Halaman

Sementara itu, sebenarnya The Doctor disarankan untuk bergabung di tim Ducati VR46 alias timnya sendiri pada 2022. Bahkan ia telah bernegosiasi dengan tim tersebut. Sayangnya Rossi menolak dan tetap memutuskan untuk pensiun.

"Jadi sangat menarik untuk balapan dengan tim saya. Tetapi pada akhirnya saya memutuskan untuk tidak melakukannya, karena beberapa alasan berbeda misalnya saya harus mengganti motor [dari Yamaha ke Ducati]," tegasnya.

"Saya pikir itu proyek yang bagus jika Anda memiliki dua atau tiga tahun. Tetapi jika Anda berpikir Anda hanya memiliki satu musim lagi, mungkin memiliki lebih banyak risiko daripada hal-hal baik. Jadi karena ini saya memutuskan untuk pensiun," imbuhnya lagi.

BERI KOMENTAR