HOME » BERITA » BRAND BARU DAN DIGEMPUR PANDEMI COVID-19, BAGAIMANA PENJUALAN MG MOTOR INDONESIA?

Brand Baru dan Digempur Pandemi COVID-19, Bagaimana Penjualan MG Motor Indonesia?

MG Motor Indonesia mengaku lebih fokus ke pelayanan kepada konsumen.

Rabu, 17 Juni 2020 08:45 Editor : Cornelius Candra
Brand Baru dan Digempur Pandemi COVID-19, Bagaimana Penjualan MG Motor Indonesia?
MG ZS (Otosia.com/ Cornelius Candra)

OTOSIA.COM - Berbagai raksasa otomotif dunia telah mengakui bahwa pandemi COVID-19 memberikan dampak yang buruk. Penjualan semua pabrikan, termasuk di Indonesia, mengalami penurunan drastis, bahkan beberapa negara tidak mencatatkan transaksi sama sekali.

Ini menjadi tantangan bagi MG Motor Indonesia yang baru saja masuk ke pasar otomotif Tanah Air pada Maret 2020 lalu. Peluncuran produk pertamanya, MG ZS, saja dilakukan secara virtual lantaran pandemi COVID-19. Meski demikian, penjualan mereka sepanjang 3 bulan pertama terbilang mengejutkan, bahkan bagi pihak MG Motor sendiri.

"Kami akui ini di luar ekspektasi. Memang sebagai brand yang bisa dibilang baru, antusiasme masyarakat untuk mencoba MG ZS terbilang cukup tinggi. Selama 3 bulan, sudah ada sekitar 500 orang yang tertarik membeli MG ZS," ujar Arief Syarifudin, Marketing & PR Director MG Motor Indonesia saat konferensi pers Selasa kemarin (16/6) di Dealer MG Motor Andalan Pondok Indah.

1 dari 1 Halaman

Meski demikian, Arief menyatakan adanya perubahan target penjualan lantaran pandemi COVID-19. Hanya saja, ia tak menyebut besaran jumlahnya secara rinci.

"Kalau secara angka, saya tidak bisa buka dulu, tapi memang ada penyesuaian target karena pandemi. Volume (jumlah penjualan) memang penting, tapi untuk saat ini target utama kami adalah MG Motor bisa diterima masyarakat Indonesia. Kami pun sekarang juga lebih fokus kepada kepuasan pelanggan," tambahnya.

Rendi Radito, Sales Director MG Motor Indonesia, mengungkap bahwa di dealer MG Motor Andalan Pondok Indah, sudah hampir 30 unit MG ZS yang terjual. Diperkirakan, jumlahnya bisa meningkat 3-4 kali lipat hingga akhir 2020 mendatang.

BERI KOMENTAR