HOME » BERITA » BUKAN AKIBAT PSBB, TAPI INI YANG BIKIN PENJUALAN MOBIL MEROSOT

Bukan Akibat PSBB, Tapi Ini yang Bikin Penjualan Mobil Merosot

Penjualan mobil di Tanah Air menurun drastis. Sekalipun diberlakukan pelonggaran PSBB, hal itu disebut tak serta merta membuat penjualan mobil normal kembali.

Rabu, 20 Mei 2020 11:15 Editor : Dini Arining Tyas
Bukan Akibat PSBB, Tapi Ini yang Bikin Penjualan Mobil Merosot
Pasar otomotif Tanah Air tengah lesu (Ilustrasi/Liputan6.com)

OTOSIA.COM - Jumlah pasien positif COVID-19 di Tanah Air belum berkurang banyak. Kondisi pun belum stabil. Tapi pemerintah berencana untuk melonggarkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa daerah di Indonesia.

Dilansir dari Liputan6.com, meskipun PSBB nantinya resmi mendapatkan pelonggaran, ternyata tidak serta merta meningkatkan penjualan mobil di Indonesia. Terlebih, pandemi ini menjadikan daya beli masyarakat turun drastis.

Dijelaskan Marketing and CR Division Head Astra International Daihatsu Sales Operation (AI-DSO), Hendrayadi Lastiyoso, pihaknya sendiri belum mengambil langkah terkait rencana pelonggaran PSBB tersebut. Pasalnya, dari segi retail, Astra sangat hati-hati dalam operasional.

"Kini di Group Astra sangat hati-hati dalam operasi, baik showroom maupun bengkel. Kita sudah dengar wacana pelanggaran PSBB. Sampai sekarang, kami belum menyusun operation direction, bagaimana outlet kami beroperasi dengan kondisi pelonggaran PSBB," jelas Hendrayadi, saat teleconference bersama media beberapa waktu lalu.

1 dari 1 Halaman

Sementara itu, Direktur Pemasaran PT ADM, Amelia Tjandra, meskipun PSBB dilonggarkan memang belum tentu meningkatkan penjualan di Indonesia. Konsumen, saat ini tengah fokus dengan pencegahan pandemi virus yang bernama resmi Covid-19.

"Kalau memang demand ada, kami akan berproduksi kembali. Paling penting kan demand dulu meningkat, karena daya beli masyarakat juga akan meningkat dan produksi mengikuti," tegasnya.

Selain itu, meskipun PSBB dilonggarkan, pabrikan tidak akan langsung memproduksi kendaraan secara besar-besaran, karena akan disesuaikan dengan stok yang ada agar kondisi di pasar tetap sehat, antara suplai dan permintaan pasar.

"Kalau deman belum ada, daya beli juga tidak ada, kami tidak ingin lanjut produksi hanya untuk stok (wholesale). kasihan teman diler," pungkasnya.

BERI KOMENTAR