HOME » BERITA » BUKAN GT86, INI DIA SUKSESOR SEJATI COROLLA AE86

Bukan GT86, Ini Dia Suksesor Sejati Corolla AE86

Kamis, 30 Maret 2017 09:15

Bukan GT86, Ini Dia Suksesor Sejati Corolla AE86
Foto: Toyota
Editor : Fitradian Dhimas Mobil Terkait : Mobil Toyota Corolla Dijual

Otosia.com - Toyota Corolla bagi masyarakat kebanyakan adalah salah satu nama legendaris di pasaran saat ini. Nama Corolla memang legendaris, sehingga Corolla menjadi mobil terlaris di dunia sepanjang masa.

Namun, dari sekian banyaknya generasi dari Toyota Corolla, iterasi Corolla yang paling populer tidak lain adalah Toyota Corolla AE86.

Toyota Corolla AE86 sendiri mendapatkan predikat popularitasnya berkat kehadirannya di anime dan manga dari Negeri Bunga Sakura yang berjudul Initial-D.

Terlebih lagi, Toyota Corolla AE86 semakin menahbiskan predikatnya sebagai Corolla terbaik dengan menjadi pilihan oleh beberapa pembalap ternama di ajang balap drifting.

Setelah Corolla AE86 berhenti produksi, penerusnya masih belum ada yang menyamai prestasinya, hingga di tahun 1983 Toyota Corolla digerakkan oleh roda depan, sehigga terlalu rumit untuk diajak drifting.

Meskipun banyak menganggap Toyota GT86 merupakan suksesor spiritual dari AE86, mobil yang dikembangkan bersama Subaru tersebut tidak memiliki darah keturunan secara langsung dengan Toyota Corolla yang paling legendaris.

Maka dari itu, dalam kompetisi drifting Formula-D di tahun 2017, Toyota menurunkan 4 buah mobil, yang mana 3 unit merupakan Toyota GT86, sedangkan yang satu lainnya dikendarai oleh drifter asal Norwegia, Frederck Aasbo, adalah Toyota Corolla iM.

Toyota Corolla iM yang diturunkan oleh Toyota ini bisa jadi merupakan Corolla pertama yang digerakkan oleh roda belakang sejak tahun 1983, dan menjadikannya sebagai penerus sejati dari Corolla AE86.

Stephan Papadakis sebagai yang bertanggung jawab atas mobil ini menyatakan bahwa pemiihan Corolla iM sebagai senjata karena ingin mengembalikan kembali nama Corolla ke masa jayanya di dunia drifting.

Toyota Corolla iM Formula Drift ini awalnya merupakan berpenggerak depan. Namun, tim dari Papadakis Racing memodifikasinya hingga mengirimkan tenaga ke roda belakang saja.

Alasan lain penggunaan Corolla iM karena mobil tersebut memiliki basis Toyota Auris dengan opsi penggerak 4 roda di Jepang, sehingga tidak perlu pusing dalam memasang gardan guna menggerakkan roda belakang.

Sedangkan untuk perkara dapu pacu, mesin standarnya sudah diusir dan digantikan dengan unit penggerak 2AR 4 silinder dengan kapasitas 2.7 liter, dan menggunakan bahan bakar bioethanol E85.

Dalam mendukung performanya, turbo BorgWarner EFR, injeksi bahan bakar AEM Infinity 8, dan sedikit suntikan nitro ke ruang mesin juga turut ditambahkan.

Karena penggunaannya hanya untuk drifting, transmisinya cukup menggunakan produk Gforce GSR 4 kecepatan dalam mengirim 1.000 hp ke ban Nexen N'fera SUR4 berukuran 275/40 di roda belakang.

Bodinya pun dibalut oleh paket lansiran Rocket Bunny menemani pelek Motegi Technomersh D sehingga memiliki proporsi yang agresif.

 (kpl/fdk)







Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami

APA PENDAPAT ANDA ?

2017-12-14
detail

BERITA POPULER