HOME » BERITA » BULE BANDEL DI BALI, MULAI TAK PAKAI MASKER HINGGA LANGGAR LALU LINTAS

Bule Bandel di Bali, Mulai Tak Pakai Masker Hingga Langgar Lalu Lintas

Meski sudah ditindak beberapa kali, rupanya masih saja ada turis asing di Bali yang tak menaati protokol kesehatan.

Kamis, 07 Januari 2021 15:15 Editor : Dini Arining Tyas
Bule Bandel di Bali, Mulai Tak Pakai Masker Hingga Langgar Lalu Lintas
Bule di Bali langgar protokol kesehatan (Merdeka.com)

OTOSIA.COM - Petugas tak segan untuk menindak tegas siapapun yang melanggar protokol kesehatan. Termasuk para wisatawan mancanegara di Bali yang beberapa kali ditindak lantaran tak memakai masker saat di luar rumah.

Namun, tindakan itu belum membuat para bule di Bali jera. Masih saja ada bule yang melanggar protokol kesehatan, bahkan melanggar lalu lintas.

Kasatpol PP Badung, I Gusti Agung Ketut Suryanegara menyampaikan, dari tanggal 7 September 2020 hingga saat ini sudah ditemukan 150 pelanggar protokol kesehatan yang tidak mengenakan masker dan 80 persen adalah warga asing.

"Dari 150 pelanggar 80 persen WNA semua. Memang terus terang saja, bule kenyataan sampai sekarang itu seperti tidak mempan kepada (denda)," kata Suryanegara, saat dihubungi Rabu (6/1/2021).

1 dari 2 Halaman

Ia menyampaikan, bahwa paling banyak bule tidak mengenakan masker terjadi di Wilayah Kuta Utara, seperti di Canggu, Tibubeneng dan juga ada Pererenan. Selain itu, para bule yang tidak mengenakan masker didominasi warga Rusia serta Eropa. Mereka ditemukan tidak mengenakan masker saat petugas melakukan sidak dan bagi yang tidak membawa masker didenda Rp 100 ribu.

"Tidak membawa masker. Kalau mereka membawa tapi mereka tidak pakai kita berikan hukuman pushup atau nyapu. Ataupun, tidak sama sekali membawa masker kita kenakan denda. Mereka, sudah tahu dan memahami tentang itu. Bahwa aktivitas keluar rumah harus pakai masker tapi kenyataannya seperti itu," imbuhnya.

Namun, yang lebih ironisnya sudah tidak pakai masker mereka tidak pakai helm dan berboncengan sampai tiga orang dengan menaiki roda dua. "Jangankan pakai masker, pakai helm dan bonceng tiga satu hal biasa mereka. Ada yang pakai celana dalam naik motor dan tidak pakai helm bonceng tiga, bonceng empat," ujarnya.

Menurutnya, para warga asing itu juga seakan-akan menyepelekan protokol kesehatan karena mampu bayar denda dan tidak mau mentaati protokol kesehatan. "Makannya, kadang-kadang kita merasa harga diri kita sebagai petugas merasa direndahkan. "Oh saya bayar saja," (warga asing bilang begitu)," ujarnya.

2 dari 2 Halaman

Selain itu, yang membuat kesal petugas kadang-kadang mereka saat ditegur agar menerapkan protokol kesehatan dan mengenakan masker, pura-pura tidak mengerti bahasa Inggris.

"Kadang-kadang mereka pura-pura tidak mengerti padahal tahu bahasa Inggris. Seakan-akan omongan kita (mereka) pura-pura tidak mengerti. Saya tunjukkan masker dia manggut-manggut saja," ujarnya.

Suryanegara juga menyampaikan, bahwa para bule tersebut yang masih tinggal di Kabupaten Badung, Bali, karena tidak tidak bisa pulang ke negaranya akibat lockdown. "Itu kebanyakan yang tinggal orang-orang yang tidak bisa pulang karena negaranya di-lockdown. Mereka tidak bisa pulang dan tidak ada penerbangan," ujarnya.

Penulis: Moh. Kadafi

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR