HOME » BERITA » BUMPER: SEKEDAR GAYA-GAYAAN ATAU TEMPAT TARUHAN NYAWA?

Bumper: Sekedar Gaya-gayaan atau Tempat Taruhan Nyawa?

Senin, 24 April 2017 10:15

Bumper: Sekedar Gaya-gayaan atau Tempat Taruhan Nyawa?
Bumper mobil (foto: istimewa)
Editor : Fajar Ardiansyah

Otosia.com - Bagi para pemilik mobil, adanya bumper sedikit banyak memang terkadang terlupakan. Tapi bagi orang yang mengetahui dan concern terhadap keberadaan bumper pasti akan membuatnya jadi bagian krusial bagi mobilnya. Lantas, secara teknis apakah bumper punya eksistensi yang penting baik bagi pengendara maupun mobil?

Secara bahasa, bump berarti tabrak atau tumbukan. Bumper bisa diartikan secara bahasa bahwa elemen ini memang sengaja dipergunakan sebagai alat pertama yang akan bersentuhan dengan elemen lain selain mobil itu sendiri jika ada insiden. Dengan harapan bumper bisa mengurangi damage sebelum objek tersebut masuk ke area crumple zone mobil.

Lebih lanjut lagi, bumper punya peran untuk jadi penambah kepercayaan diri dari pemilik kendaraan itu sendiri. Entah siapa yang memulainya, namun bumper secara penampilan nyata-nyata membuat mobil jadi makin terlihat perkasa. Bumper identik dengan mobil outdoor, offroad seperti Jeep dan Jimny.

Apakah semua mobil bisa dan penting untuk dipasangkan bumper? Bisa iya, bisa tidak. Karena nyatanya bumper masih harus kembali ke hakekatnya sebagai aksesoris atau periferal. Bukan sebagai elemen utama seperti spion atau mesin misalnya. Bumper itu selayaknya spoiler, jika dipasangkan pada mobil yang pas akan jadi lebih garang.

Karena wajar memang jika mobil yang berjiwa sporty dipasangkan bumper, agak susah membayangkan dimana letak poin improvisasinya jika bumper dipasangkan pada mobil Suzuki Ertiga, dibandingkan Suzuki Jimny misal. Namun hari ini sudah cukup banyak aksesoris bumper yang dimodifikasi supaya bisa lebih cocok ke mobil keluarga yang non-sporty.

Mungkin bumper itu fungsinya seperti behel pada gigi manusia, bisa berfungsi untuk mengamankan atau bergaya-gayaan. Tapi agak susah membayangkan yang memakai behel itu adalah bapak-bapak PNS yang sudah berusia 40 tahunan ke atas.

 (kpl/fjr)






Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami

APA PENDAPAT ANDA ?

2017-12-14
detail

BERITA POPULER