HOME » BERITA » BUS ANTI CORONA ASAL JATENG DIKLAIM BISA MENGURANGI VIRUS, BEGINI FAKTANYA

Bus Anti Corona Asal Jateng Diklaim Bisa Mengurangi Virus, Begini Faktanya

Salah satu perusahaan bus di Jawa Tengah membuat inovasi yang disebut Bus Anti Corona. Bus itu diklaim bisa mengurangi penularan virus COVID-19 untuk penumpang.

Kamis, 17 Desember 2020 19:45 Editor : Dini Arining Tyas
Bus Anti Corona Asal Jateng Diklaim Bisa Mengurangi Virus, Begini Faktanya
Bus Anti Corona (Liputan6.com)

OTOSIA.COM - Banyak hal disesuaikan di tengah pandemi COVID-19. Hal itu agar semua orang masih bisa beraktivitas secara baik dan tidak terinfeksi.

Rupanya, ada inovasi unik bernama Bus Anti Corona di Jawa Tengah. Bus Anti Corona ini diklaim bisa menghindarkan penumpang dari penularan virus COVID-19, seperti dikutip dari Liputan6.com.

Bus ini merupakan produksi dari perusahaan bus asal Jawa Tengah, Laksana. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memberikan apresiasi atas inovasi tersebut. Dia menilai bus tersebut bsia menjadi alternatif transportasi yang aman pada masa pandemi.

"Busnya bagus. Bisa menjadi alternatif di tengah situasi seperti ini," kata Ganjar.

1 dari 3 Halaman

Tiga Aspek

Direktur Teknik Laksana Bus, Stefan Arman mengatakan, desain bus ini dibuat dengan mempertimbangkan tiga aspek, yaitu aspek lingkungan, aspek pantogen yang memiliki lapisan nano silver yang dapat mengurai virus, dan aspek penumpang dengan penggunaan masker khusus yang memiliki kandungan herbal. Selain itu, sirkulasi udara AC yang berembus dikeluarkan melalui tiga tahapan filter yaitu, prefilter, HEPA grade filter, dan UV C.

?Aspek lingkungan sudah mengadopsi tata letak kursi 1-1-1 atau physical distancing. Sistem yang membedakan dengan bus pada umumnya adalah sistem sirkulasi yang sudah mengadopsi sistem sirkulasi udara di pesawat,? terang Stefan dikutip dari Liputan6.com.

2 dari 3 Halaman

Selain menyediakan bus khusus penumpang, Bus Anti Corona ini juga menyediakan bus yang ditunjukkan untuk laboratorium. Pada dasarnya bus itu sama dengan bus-bus laboratorium yang telah ada. Hanya saja Bus Anti Corona itu memiliki banyak ruangan tersekat dengan tingkat bio safety yang tinggi.

"Biasanya bus laboratorium hanya memiliki satu ruangan. Sementara desain kami punya dua ruangan tersekat. Sehingga lebih meminimalisasi persebaran bakteri atau virus," kata Stefan.

3 dari 3 Halaman

Jangkau Daerah Terpencil

Walaupun setingkat bus, namun nantinya bus ini digunakan akan didistribusikan ke daerah-daerah yang tidak memiliki fasilitas kesehatan seperti rumah sakit atau laboratorium. Harapannya, bus ini dapat membantu menekan penyebaran Virus Corona.

"Kami harapkan dengan sirkulasi udara yang baru ini bisa mengurangi penularan virus. Nantinya bus ini akan digunakan untuk tes PCR atau swab dengan menjangkau area atau daerah terpencil," kata Stefan.

Penulis: Shani Rasyid

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR