HOME » BERITA » BUSI PUNYA ELEKTRODA 'TIARAP', BEGINI PENJELASANNYA

Busi Punya Elektroda 'Tiarap', Begini Penjelasannya

Untuk mengetahui perbedaan busi bisa dilihat pada elektrodanya. Jika elektrodanya berbentuk tiarap maka itu untuk motor 2-tak

Kamis, 23 Juli 2020 15:15 Editor : Nazarudin Ray
Busi Punya Elektroda 'Tiarap', Begini Penjelasannya
Ilustrasi busi motor 2-tak (Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Meski bentuknya kecil, busi memiliki peran yang sangat vital bagi mesin kendaraan. Busi yang tidak baik akan menyebabkan pengapian kendaraan terganggu.

Busi sendiri berfungsi mengubah tegangan tinggi yang mengalir dari koil menuju antara elektroda pusat dan bawah.

Setelah itu akan menghasilkan percikan api antara 2 elektroda tersebut dan membakar campuran bahan bakar serta udara yang terkompresi di ruang bahan bakar.

1 dari 3 Halaman

Namun, banyak orang yang salah kaprah mengenai busi. Padahal busi juga punya fitur-fitur khusus sesuai kebutuhan masing-masing kendaraan. Jadi jika ada yang mengatakan bahwa semua busi sama, ini adalah anggapan salah.

Menurut Yaumil Ichsan selaku Technical Support PT NGK Busi Indonesia, untuk mengetahui perbedaan busi bisa dilihat pada elektrodanya. Ia mencontohkan busi NGK Iridium IX BR9ECMIX dan BR8ECM.

Pada kedua busi tersebut, bagian elektroda ground-nya terlihat berbeda dari busi pada umumnya. Apabila biasanya elektroda ground berbentuk ?J?, maka di busi ini tingkat sudut kemiringan elektroda ground-nya jauh lebih menunduk. Bahkan apabila diamati dari samping, elektroda pusatnya menjadi hampir tidak terlihat.

 

2 dari 3 Halaman

"Penggunaan desain ?tiarap? tersebut tidak lepas dari peruntukan kendaraan busi ini, yaitu mesin motor 2-tak dengan performa tinggi seperti motor balap atau motor trail,? katanya.

Dijelaskan lebih jauh, sifat mesin 2-tak cenderung lebih panas, hal tersebut diakibatkan oleh siklus pembakaran campuran oli samping, bensin, dan udara yang menyisakan deposit karbon di ruang bakar, sehingga temperatur busi menjadi lebih tinggi.

 

3 dari 3 Halaman

Untuk itu diperlukan desain busi khusus seperti elektroda ground tiarap untuk mendinginkan busi agar tidak mudah meleleh.

"Selain itu, dengan semakin pendek dimensi elektroda ground busi, maka akan semakin tinggi pula kemampuan busi tersebut pada saat memperoleh getaran dan guncangan yang cukup hebat saat kendaraan tersebut digunakan di kondisi ekstrim seperti sirkuit balap maupun motocross, sehingga risiko elektroda busi patah bisa diminimalisir," tutupnya.

BERI KOMENTAR