HOME » BERITA » CAMPUR OLI MESIN DAN MINYAK GORENG, BAHAYA NGGAK SIH?

Campur Oli Mesin dan Minyak Goreng, Bahaya Nggak Sih?

Ramainya tips campur minyak goreng dengan oli mesin untuk pelumasan bikin orang bertanya-tanya. Apakah cara semacam itu benar-benar punya efek bagus atau justru sebaliknya?

Jum'at, 06 April 2018 09:45 Editor : Cornelius Candra
Ilustrasi : whichcar.com

OTOSIA.COM - Ramainya tips campur minyak goreng dengan oli mesin untuk pelumasan bikin orang bertanya-tanya. Apakah cara semacam itu benar-benar punya efek bagus atau justru sebaliknya?

Kalau dilihat secara langsung, minyak goreng memang secara bentuk mirip dengan cairan pelumas pada umumnya. Namun, kandungannya jauh berbeda.

Juergen Gunawan, pengurus organisasi Masyarakat Pelumas Indonesia (Maspi), yang didirikan untuk membangun pengetahuan masyarakat tentang pelumas dan bahan bakar, mengatakan kalau komponen minyak goreng berbeda dengan kimia karbon pada pelumas mesin dan bahan bakar minyak.

"Fungsi pelumas pada dasarnya bukan hanya sebatas melumasi atau mengurangi gesekan.
Di dalamnya ada fungsi lain, seperti menyerap panas, pencegah karat, sebagai sealer, membersihkan mesin," kata dia.

Fungsi-fungsi tersebut, kata dia, merupakan tuntutan terhadap suatu pelumas. Itulah sebabnya kinerja pelumas dibantu oleh cairan additive yang di-blending menjadi suatu kesatuan dengan base oil.

"Base oil sendiri pun adalah sebagai media carrier (pembawa) chemical additive tersebut, yang jenisnya terbagi menjadi mineral base, semi-synthetic base, dan full synthetic base," ujarnya.

Full synthetic base, kata dia, pada umumnya berasal dari proses rekayasa kimia minyak nabati, tetapi beberapa komponen fatalnya yang dapat berakibat buruk dan berbahaya bagi mesin sudah dihilangkan.

Salah satunya, menurut dia, adalah gliserol. Untuk diketahui, gliserol adalah cairan kental tidak berwarna dan tidak berbau, rasanya manis dapat bercampur dengan air dan alkohol, yang diperoleh dari lemak hewani atau nabati.

"Pencampuran (oli mesin dan minyak goreng) tersebut sangat berbahaya karena kita akan tidak dapat mengendalikan dan tidak tahu berapa kandungan gliserol dalam minyak goreng tersebut," kata dia.

Dia mengatakan bahwa ada beberapa komponen berpotensi bahaya yang harus dihilangkan saat proses rekayasa kimia untuk membuat synthetic base oil. Selain gliserol, ada pula aromatic chain.

"Komponen-komponen tersebut akan ada juga di dalam minyak goreng," tekannya.

(kpl/why/crn)

BERI KOMENTAR