HOME » BERITA » CANGGIH, UJIAN PRAKTIK SIM DI SIDOARJO AKAN PAKAI SENSOR ULTRASONIK

Canggih, Ujian Praktik SIM di Sidoarjo Akan Pakai Sensor Ultrasonik

Kini, ujian praktik SIM akan lebih canggih, engan menggunakan inovasi teknologi, seperti yang dilakukan oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sidoarjo.

Jum'at, 16 November 2018 20:15 Editor : Dini Arining Tyas
Ilustrasi ujian SIM (Liputan6.com)

OTOSIA.COM - Ada dua macam tes untuk bisa mengantongi Surat Izin Mengemudi (SIM). Yakni ujian teori dan ujian praktik.

Saat ujian praktik, calon pemegang SIM diminta untuk mengendarai kendaraan. Untuk bisa dinyatakan lulus, pemohon SIM harus bisa menaklukkan tahapan-tahapan dan rintangan yang sengaja dibuat petugas.

Kini, ujian praktik SIM akan lebih canggih, engan menggunakan inovasi teknologi, seperti yang dilakukan oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sidoarjo.

Bekerja sama dengan beberapa pihak, Satlantas Polres Sidoarjo akan menerapkan inovasi teknologi yang ditemukan oleh sebuah perguruan tinggi di Jawa Timur, uji praktik SIM akan menggunakan sensor ultrasonik.

Inovasi itu berawal dari keinginan agar proses ujian praktik SIM bisa lebih transparan, dan rencananya akhir bulan ini inovasi tersebut akan diluncurkan. Diharapkan, dengan inovasi ini transparansi pelayanan ujian SIM semakin baik.

Kasat Lantas Polres Sidoarjo, Kompol Dhyno Indra Setyadi, menjelaskan ada 29 sensor ultrasonik yang terpasang pada garis-garis untuk dilalui kendaraan dalam ujian praktik.

"Itu pinggirnya dipasangi sensor ultrasonik untuk yang berkelok, atau garis membentuk angka delapan, serta garis lurus dipasang pada 20 traffic cone, dimana setiap traffic cone yang berderet persis di pinggir garis dilengkapi dengan sensor sentuh," ujar Kompol Dhyno, seperti dikutip lama resmi NTMC Polri, Kamis (15/11/2018).

Lanjutnya, sensor ultrasonik bekerja memantulkan suara sehingga saat kendaraan atau benda yang melintas melebihi garis, akan menghasilkan suara karena alat itu terhubung dengan sirine yang terpasang. Demikian juga dengan sensor suara.

Selain itu, sensor ultrasonik dan sensor suara yang ada pada lokasi ujian praktik roda dua atau SIM C ini juga terhubung ke sebuah layar yang terpasang di dalam ruang ujian. Jadi, petugas atau siapa saja bisa memantau jalannya ujian praktik tersebut.

"Dengan sistem seperti ini, ujian praktik SIM tampak transparan, bisa langsung diketahui oleh pemohon yang lain," pungkas Kompol Dhyno Indra Setyadi.

Sumber: Liputan6.com

(kpl/tys)

BERI KOMENTAR