HOME » BERITA » CARA AMAN LINTASI REL KERETA API, ANTI MOGOK

Cara Aman Lintasi Rel Kereta Api, Anti Mogok

Meski sudah ada palangnya, kecelakaan saat menyeberangi rel kereta api masih saja terjadi. Para pengemudi juga masih banyak yang nakal untuk nekat menerobos rel, padahal sudah ada sirine tanda kereta api akan lewat.

Jum'at, 25 Januari 2019 21:15 Editor : Dini Arining Tyas
Ilustrasi menyeberangi lintasan kereta api (atlanta.curbed.com)

OTOSIA.COM - Meski sudah ada palangnya, kecelakaan saat menyeberangi rel kereta api masih saja terjadi. Para pengemudi juga masih banyak yang nakal untuk nekat menerobos rel, padahal sudah ada sirine tanda kereta api akan lewat.

Padahal, baik mobil maupun sepeda motor sama-sama berisiko mengalami mesin mati jika masih nekat menyeberangi rel saat kereta api sudah dekat. Selain itu juga, menurut laman resmi Top1 Indonesia, ada beberapa tips yang perlu diketahui Otolovers supaya aman menyeberangi rel kereta api.

Kurangi kecepatan saat hendak melintasi rel, tak perlu terburu-buru. Jangan lupa untuk tengok kanan dan kiri untuk memastikan kondisi aman.

Usahakan untuk berhenti 25 meter dari perlintasan ketika mendengar suara sirine dan palang pintu sudah tertutup. Lalu juga sesuaikan putaran mesin dan transmisi kendaraan untuk menghindari mesin tiba-tiba mati.

Otolovers juga perlu membiasakan pakai gigi yang rendah jika mobilmu manual. Jika putaran mesin terlalu tinggi, maka mesin akan lebih cepat mati karena putarannya tidak stabil.

Jika akan melintasi rel kereta yang posisinya tak sejajar, maka jangan langsung menerjangnya. Otolovers perlu membuat sudut putar sekitar 70-90 derajat. Jangan menyeberangi ketika posisi ban miring terutama untuk para pengendara motor. Jika miring, ban motor bisa selip dan tergelincir.

Jika sudah terlambat dan mesin kendaraan mati, maka jangan panik. Hal pertama adalah netralkan dan coba untuk starter ulang mesin. Jika tak bisa menyala jangan sungkan untuk meminta bantuan warga sekitar.

(kpl/tys)

BERI KOMENTAR