HOME » BERITA » CARA KERJA FITUR HILL ASSIST DESCENT CONTROL SAAT JALAN BASAH DAN MENURUN TAJAM

Cara Kerja Fitur Hill Assist Descent Control Saat Jalan Basah dan Menurun Tajam

Saat ini kendaraan modern banyak yang dilengkapi fitur Hill Assist Control. Fitur ini mengurangi risiko mobil hilang kendali saat jalan basah dan turunan tajam.

Senin, 21 Juni 2021 21:15 Editor : Nazarudin Ray
Cara Kerja Fitur Hill Assist Descent Control Saat Jalan Basah dan Menurun Tajam
Ilustrasi fitur Hill Assist Control bekerja saat jalan menurun tajam (Istimewa)

OTOSIA.COM - Kondisi jalan menurun dan menanjak memerlukan kehati-hatian dari pengemudi. Apalagi permukaan jalan yang dilalui dalam kondisi basah serta tidak rata. Salah mengambil keputusan, efeknya mobil dapat hilang kendali dan membahayakan keselamatan pengemudi dan penumpang.

Tapi saat ini risiko tersebut telah diantisipasi oleh produsen mobil dengan teknologi Hill Assist Descent Control (HADC). Risiko mobil hilang kendali saat melintasi turunan tajam lebih minim untuk terjadi setelah HADC diaktifkan.

1 dari 4 Halaman

Sebagai contoh, fitur keselamatan ini sudah dibenamkan pada SUV Peugeot 3008 dan 5008 GT Line, juga tipe Allure Plus.

?HADC seperti artinya, adalah piranti untuk mengontrol kecepatan saat kendaraan menuruni turunan tajam atau perbukitan. HADC bekerja dengan bantuan kontrol traksi, kontrol stabilitas, dan rem ABS. Sehingga kecepatan mobil akan diatur secara otomatis untuk tidak terlalu cepat saat menuruni medan jalan yang terjal,? terang Samsudin, Aftersales Support PT Astra International Peugeot.

2 dari 4 Halaman

Fitur ini dapat diaktifkan atau nonaktifkan secara otomatis, pada Fitur HADC yang Aktif pada kondisi jalan menurun tajam.

Tombol mengaktifkan HADC punya lambang mobil menurun. Contohnya di Peugeot 3008 & 5008 baik itu GT Line atau Allure Plus. Posisi tombol ada di konsol tengah bawah yang berdekatan dengan tuas transmisi otomatis, juga dangan fitur-fitur keamanan lainnya.

3 dari 4 Halaman

Cara kerjanya, kecepatan mobil akan diatur secara otomatis untuk tidak terlalu cepat saat menuruni medan jalan yang terjal. Saat ban mulai melaju bebas, sensor langsung memberikan informasi pada sistem pengereman untuk memberikan tekanan untuk memperlambat rotasi ban tanpa kehilangan traksi.

?Saat fitur diaktifkan, kaki pengemudi tidak perlu mengintervensi deselerasi dengan menginjak rem. Pengemudi akan merasakan perlambatan dengan kecepatan konstan layaknya engine brake pada gigi satu mobil manual saat menuruni bukit. Ketika jalan kembali landai, HADC secara otomatif off dan pengemdi bisa atur persneling ke posisi ?D? atau Drive,? papar Samsudin.

4 dari 4 Halaman

Menurut Samsudin, fitur HADC mulai aktif ketika posisi mobil sudah 5% menuruni bukit, dan mobil berada di bawah kecepatan 25-30 kilometer/jam. Tanda HADC mulai aktif pun bisa dilihat pada layar panel speedometer di bagian sebelah kanan, dan akan hilang secara otomatis jika kondisi jalan mulai normal.

"Untuk jaga-jaga, tidak ada salahnya untuk memposisikan kaki pada pedal rem apabila kecepatan rendahnya masih terlalu tinggi dan berpotensi menabrak kendaraan di depan ketika jalur macet," imbuhnya.

Sebab, lanjutnya, fungsi utamanya untuk menjaga kecepatan saat menuruni bukit, bukan melakukan pengereman otomatis sampai mobil berhenti.

BERI KOMENTAR