HOME » BERITA » CARA KLUB VESPA TANGKAL KEBIASAAN OJOL MAIN PONSEL SAAT BERKENDARA

Cara Klub Vespa Tangkal Kebiasaan Ojol Main Ponsel Saat Berkendara

Para pembesut Vespa ini mengkampanyekan bahaya ponsel saat berkendara kepada pengemudi Ojol di Saung Liong, Depok, Jawa Barat, akhir pekan kemarin

Kamis, 05 Desember 2019 22:15 Editor : Ahmad Muzaki
Cara Klub Vespa Tangkal Kebiasaan Ojol Main Ponsel Saat Berkendara
Sosialisai dari klub Vespa (Kutu Community)

OTOSIA.COM - Pengemudi ojek online (Ojol) kerap kali main ponsel saat berkendara, entah itu saat menerima order atau mencari lokasi. Namun tentunya hal itu cukup meresahkan. karena bisa berisiko kecelakaan. Selain membahayakan keselamatan dirinya sendiri, juga akan bahayakan pengendara lain.

Pemandangan yang seringkali terlihat di jalan ini turut membuat gerah pengendara lain termasuk dari kelompok komunitas otomotif

"Fakta di lapangan banyak pengendara motor terutama pengemudi Ojol yang telah menjadikan penggunaan ponsel saat mengendarai tunggangannya sebagai kebiasaan,' ujar Yuri Rahardan, Sekjen Kutu Community saat menyosialisasikan kampanye dengan tema, Ponsel + Naik Motor = MAUT.

1 dari 2 Halaman

Edukasi di Pangkalan Ojol

Cara Klub Vespa Tangkal Kebiasaan Ojol Main Ponsel Saat BerkendaraEdukasi di Pangkalan Ojol

Karena itu, para pembesut Vespa ini mengkampanyekan bahaya ponsel saat berkendara kepada pengemudi Ojol di Saung Liong, Depok, Jawa Barat, akhir pekan kemarin.

Menurutnya, kebiasan buruk ini menjadi salah satu penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas yang berdampak domino dan akan merugikan pengemudi Ojol sendiri, penumpang bahkan pengguna jalan lainnya, seperti keluarganya atau orangtuanya.

Edukasi tersebut diberikan langsung di markas atau tempat mangkalnya para Ojol di wilayah Depok. Cara yang dilakukan adalah berbaur bersama para Ojol, dan sosialisasi yang dilakukan berjalan dengan dialog dua arah.

2 dari 2 Halaman

Diikuti 40 Ojol

Cara Klub Vespa Tangkal Kebiasaan Ojol Main Ponsel Saat BerkendaraDiikuti 40 Ojol

Layaknya seperti keluarga, sekitar 40-an pengemudi Ojol terlihat antusias mengikuti sosialisasi yang diberikan oleh member Kutu Community.

?Bisa abang-abang bayangkan jika terjadi kecelakaan saat abang semua sedang mencari nafkah saat berkendara. Dampaknya akan dirasakan juga anak-istri di rumah,? imbuh Taufik saat memberikan sosialisasi.

Imbauan untuk tidak menggunakan ponsel saat mengendarai motor ini pun mendapat sambutan baik dari semua pengemudi Ojol yang hadir. Faktor ekonomi dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari menjadi penyebab para Ojol sering menggunakan ponsel saat berkendara, padahal hal itu berisiko kecelakaan.

?Kegiatan ini sangat positif dan menambah pengetahuan dan pemahaman anggota kami akan bahaya dan dampak yang ditimbulkan akibat penggunaan ponsel saat berkendara. Kami senang sekali ada komunitas seperti Kutu Community yang mau berbaur dan berbagi ilmu di markas kami.? ujar Bery, Ketua Ojol Liong Depok.

Usai diberikan pemahaman bahaya main ponsel di jalan, para Ojol diberikan pin dan stiker keselamatan yang ditempelkan di sepeda motornya sebagai tanda pengemudi Ojol tersebut tidak akan menggunakan ponsel saat berkendara, tapi mencari tempat aman untuk berhenti.

BERI KOMENTAR