HOME » BERITA » CARA MENGEMUDI AMAN HADAPI TRUK, SEPEDA MOTOR, DAN SEPEDA

Cara Mengemudi Aman Hadapi Truk, Sepeda Motor, dan Sepeda

saling berbagi jalan saat berkendara sudah seharusnya dilakukan oleh pengemudi yang baik. Namun, belakangan para pengguna jalan justru semakin banyak yang 'asal' memberikan jalan.

Rabu, 13 Juni 2018 18:45 Editor : Dini Arining Tyas
Foto ilustrasi by tslawyer.ca

OTOSIA.COM - Jangan arogan saat berkendara di jalan raya. Sebab jalan raya memang milik bersama.

saling berbagi jalan saat berkendara sudah seharusnya dilakukan oleh pengemudi yang baik. Namun, belakangan para pengguna jalan justru semakin banyak yang 'asal' memberikan jalan.

Padahal, jika sembarangan berbagi jalan pun bisa membuat rugi diri sendiri. Nah, otolovers mungkin belum tahu soal cara aman berbagi jalan, seperti cara yang dibagikan oleh Nissan Indonesia.

Truk

Siapa yang tak keder kalau head-to-head langsung dengan kendaraan besar ini. Bahkan rasa canggung selalu menghinggapi para pengguna jalan saat berhadapan dengan truk. Padahal rasa canggung itulah yang bisa membahayakan.

Maka, saat berada di dekat truk, hindari titik buta pengendara truk. Prinsipnya, selama cermin spion tidak terlihat,maka hingari area tersebut. Berhati-hatilah ketika mendahului truk. Bila terpaksa harus mendahului dari jalur kiri, maka lakukan secepat mungkin selagi memberi tanda klakson atau lampu beam.

Jika berada di depan truk, jangan berhenti mendadak. Sebab, truk tidak bisa berhenti secara instan sehingga potensi tabrakan dari belakang cukup besar.

Terpaan udara yang timbul akibat tabrakan truk dengan udara juga cukup berbahaya. Apalagi ketika truk melaju dengan kecepatan tinggi. Hempasan udara truk bisa membaut mobil oleng. Selain itu, berada terlalu dekat di belaang truk jgua mampu menarik mobil melaju lebih cepat yang pada akhirnya berpotensi tabrakan. jadi sangat disarankan untuk memberi ruang terhadap truk.

Sepeda Motor

Pada dasarnya, sepeda motor lebih membahayakan penumpangnya ketimbang mobil. Namun, bukan berarti boleh mengabaikan keselamatan penumpang mobil. Kuncinya adalah memahami karakteristik pengendara sepeda motor.

Sepeda motor biasanya bergerak cukup lincah. Sepeda motor bahkan bisa muncul dari mana saja, di mana mungkin pengendara mobil tidak melihat sepeda motor tersebut bergerak. Ukurannya yang kecil juga membaut sepeda motor semakin mudah meliuk-liuk di sela-sela kendaraan ayng lebih besar. Maka tak jarang pengendara sepeda motor yang nekat untuk melaju dengan kecepatan tinggi di tengah kondisi jalan yang padat.

Sering kali kecelakaan yang terjadi antar mobil dan sepeda motor diakibatkan pengemudi mobil yang tidak melihat sepeda motor melaju di sekitarnya. Jadi, yang terpenting adalah perhatikan dan waspada terhadap kemunculan sepeda motor di sekitar mobil. Bila melihat seorang pengendara sepeda motor, maka berikanlah jalan dengan baik.

Sepeda

Beberapa kota di Indonesia memang sudah memiliki jalur sepeda sendiri. Namun, tak sedikit juga pengendara lain yang tak peduli dengan keberadaan jalur sepeda itu.

Sebagai kendaraan paling lemah, posisi sepeda memang berada di jalur paling kiri. Maka itu, berkendaralah sedikit di tengah untuk memberikan jalan kepada sepeda.

(kpl/tys)

BERI KOMENTAR