HOME » BERITA » CARA OVER KREDIT MOBIL TANPA MELANGGAR HUKUM

Cara Over Kredit Mobil Tanpa Melanggar Hukum

Selasa, 02 April 2019 22:15 Editor : Ahmad Muzaki
Ilustrasi saat beli mobil (cratedwithlove.com)

OTOSIA.COM - Mobil saat ini sudah menjadi dambaan setiap orang. Pasti semuanya ingin memiliki mobil, apalagi mobil dambaan. Untuk membeli mobil sendiri saat ini juga terbilang mudah. Ada sistem pembelian secara tunai atau kredit.

Membeli secara tunai tentu sebagian orang masih cukup terbebani, dikarenakan harus membayar tunai sejumlah harga mobil tersebut. Seumpama harga mobil yang akan dibeli Rp1 miliar, maka yang harus dibayar juga sebesar itu.

Terkait hal itu, banyak orang yang beralih untuk membeli secara kredit. Hanya dengan membayar uang muka nantinya Otolovers sudah bisa membawa mobil idaman ke rumah. Hanya saja setiap bulannya Otolovers harus membayar uang tagihan selama beberapa tahun. Terkait masa kredit ini tergantung beberapa lama ketentuan dari pihak leasing

Setelah memiliki mobil dari pembelian secara kredit tersebut, terkadang Otolovers ingin menjualnya. Hal ini dikarenakan banyak faktor, seperti merasa bosan dengan mobil yang telah dimiliki. Faktor lainnya adalah kebutuhan akan uang yang cukup mendesak dan cukup tertekan dengan besaran tagihan yang harus dibayarkan dari kredit mobil.

Otolovers bisa melakukan over kredit atau biasa disebut dengan melimpahkan kredit tersebut ke orang lain. Namun, terkait cara over kredit mobil ini tidak boleh asal-asalan ya Otolovers. Ancamannya tentu adalah bui, karena termasuk penggelapan jika tidak sesuai dengan ketentuan.

Hal ini sudah tertuang di undang-undang, dijelaskan bahwa dilarang untuk transaksi jual beli, sewa, gadai, atau mengalihkan kendaraan yang masih dalam masa kredit/fidusia tanpa seizin perusahaan pembiayaan.

Hukumannya juga cukup lama lho Otolovers, bagi penjualan akan dikenai Pasal 372 KUHP tentang penggelapan dengan bui paling lama empat tahun atau denda Rp900. Selain itu juga akan dikenai Pasal 36 UU No. 42 Tahun 1999 tentang jaminan Fidusia. Ancaman yang akan menjerat paling lama 2 tahun penjara dan denda paling banyak Rp50 juta.

Lalu untuk pembeli juga akan dijerat dengan Pasal 480 KUHP tentang penadahan dengan ancaman penjara paling lama empat tahun atau denda paling banyak Rp900.

Ngeri juga kan hukuman yang mengintai? Untuk itu lakukan cara over kredit mobil yang sesuai dengan ketentuan serta hukum ya Otolovers. Lalu bagaimana cara over kredit mobil yang tidak melanggar hukum? Untuk itu simak cara over kredit mobil yang benar berikut ini.

Keuntungan dan Kerugian dari Over Kredit Mobil

Namun sebelum mengetahui cara over kredit mobil, Otolovers harus mengetahui dulu keuntungan dan kerugian dari melakukan cara over kredit mobil ini. Hal ini cukup penting, jangan sampai Otolovers memutuskan untuk melakukan cara over kredit tapi tidak mengetahui seluk beluknya, terutama keuntungan dan kerugiannya.

Yang jelas bagi penjual akan mendapatkan uang segar dari cara over kredit mobil ini. Sedangkan keuntungan untuk pembeli tentunya adalah harga mobil yang cukup murah dengan kondisi yang masih bagus pula.

Akan tetapi jangan terkecoh juga Otolovers, bisa juga penjual melakukan cara over kredit mobil karena mobil tersebut baru saja terendam banjir atau ada kerusakan lainnya. Sehingga memutuskan untuk menjualnya. Untuk itu ketika Otolovers mau membeli dengan cara over kredit mobil pastikan paham dulu terkait mesin dan bagian-bagian mobil lainnya.

Sedangkan untuk kerugiannya sendiri dari melakukan cara over kredit mobil adalah bukan pihak terpercaya. Maksudnya adalah sebagai pihak kedua tentunya Otolovers tidak mengetahui kredibilitas dari pihak pertama atau yang mengajukan over kredit mobil tersebut. Kecuali pihak pertama tersebut adalah teman atau keluarga Otolovers.

Meskipun dari pihak teman dan keluarga, serta dapat dipercaya pastikan untuk melakukan cara over kredit mobil secara legal Otolovers. Bukan hanya terancam pidana jika melakukan cara over kredit mobil secara ilegal, tetapi juga banyak kerugian lainnya.

Kerugian lainnya dari melakukan cara over kredit mobil untuk pembeli adalah adanya biaya tambahan. Dikarenakan surat kepemilikan, STNK dan BPKB tidak atas nama Otolovers, sehingga suatu saat pasti mengganti nama tersebut. Bahkan biayanya sendiri akan semakin bertambah apabila mobil tersebut berasal dari luar daerah.

Perlu diketahui juga terkait keuntungan dari melakukan cara over kredit mobil ini berlaku apabila Otolovers melakukannya secara legal. Jika tidak maka kerugiannya cukup banyak, termasuk denda dan penjara yang cukup lama.

Cara Over Kredit Mobil

Otolovers terpaksa jual mobil yang masih dalam masa kredit karena suatu alasan, tentunya bisa saja. Akan tetapi hal ini harus dilakukan secara legal dengan sepengetahuan pihak leasing. Hal pertama yang harus Otolovers lakukan untuk cara over kredit mobil adalah mempromosikan mobil yang akan dijual. Bisa ke keluarga, teman, atau memasang iklan di situs jual beli mobil.

Kemudian cara over kredit mobil selanjutnya adalah debitor dan calon pembeli baru datang langsung ke kantor leasing tempat Otolovers terdaftar. Nantinya akan dimintai atau melengkapi berkas yang cukup detail, di antaranya adalah KTP, Kartu Keluarga, rek listrik/PBB, rek telepon, rekening tabungan 3 bulan terakhir, slip gaji, dan NPWP.

Tahap selanjutnya pihak leasing akan melakukan survey kepada pihak pembeli baru dari cara over kredit mobil yang akan dilakukan. Apabila nantinya semua persyaratan yang ditentukan disetujui, maka cara over kredit mobil akan dilakukan dan disetujui pula.

Namun perlu diketahui juga cara over kredit mobil ini bisa berbeda-beda untuk tiap leasing. Jadi cara over kredit mobil yang telah dijelaskan merupakan cara umum yang biasa dijumpai. Perlu diingat juga Otolovers, melakukan cara over kredit mobil akan membutuhkan waktu yang cukup lama dan cukup rumit. Dan bahkan pihak leasing akan cenderung mempersulit, pasalnya mereka akan kerja dua kali dengan keuntungan sama.

Cara Menghitung Over Kredit Mobil

Sebagai pihak pembeli dari cara over kredit mobil ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Otolovers perlu melakukan hitungan sendiri terkait kredit mobil tersebut, apa masuk akal besaran biaya yang akan dibayarkan?

Setelah mengetahui cara over kredit mobil, Otolovers harus cermat juga dengan DP yang harus dibayarkan. Ketika sudah menemui kata sepakat dengan pihak penjual, maka nantinya Otolovers diharuskan untuk membayar DP dari mobil yang akan dibeli.

Terkait DP tersebut, yang harus dibayarkan harus tetap masuk akal ya Otolovers. Sebenarnya untuk mengetahui besaran DP yang harus dibayarkan dari melakukan cara over kredit mobil cukup mudah, bisa hitung sendiri. Berikut ini cara mudah hitung DP dari cara over kredit mobil.

DP+sisa angsuran = harga sekarang+(bunga*harga sekarang)+biaya lain-lain

Contoh:

Angsuran = 5 juta @bulan

Angsuran 4 tahun (48 kali), sisa angsuran = 36 kali

Asuransi 4 tahun = Rp 16 juta, sisa asuransi = 36 bulan

Bunga 10 persen

Harga sekarang = Rp 200 juta

Biaya lain-lain (modifikasi mobil) = Rp 5 juta

Ini berarti DP yang pantas Anda bayar adalah:

DP + (36*Rp 5 juta) = Rp 200 juta + (Rp 200 juta*10 persen) + *Rp 16 juta + Rp 5 juta

DP = Rp 57 juta

Perlu diingat juga Otolovers, meski harus cermat dengan DP yang masuk akal saat dibayarkan, pertimbangkan juga untung dan rugi dari cara over kredit mobil ini. Untung dan rugi sudah dijelaskan seperti yang di atas tadi.

Dan tak bosan-bosan juga untuk mengingatkan, lakukanlah cara over kredit mobil secara legal. Hindari melakukannya secara ilegal, karena hal ini sudah melanggar hukum dan hukuman yang akan menjerat cukup berat juga. Lalu bagaimana Otolovers, niat melakukan cara over kredit mobil?

Video Beli Mobil

Cara beli mobil tentunya beragam, mulai dari tunai hingga kredit. Namun Otolovers bisa juga membeli mobil melalui lelang. Bisa saja harga dari mobil yang dilelang tersebut lebih murah dari harga pasarannya. Kementerian Keuangan pernah melakukan lelang terhadap mobil dinas operasional pemerintah, seperti di video berikut ini.

(kpl/ahm)

BERI KOMENTAR