HOME » BERITA » CARA OVER KREDIT MOTOR DENGAN AMAN TANPA MELANGGAR HUKUM

Cara Over Kredit Motor dengan Aman Tanpa Melanggar Hukum

Terkait dengan cara over kredit motor, sebenarnya bagaimana cara over kredit yang aman untuk dilakukan? Untuk mengetahui hal tersebut simak ulasan berikut ini Otolovers.

Kamis, 04 April 2019 22:15 Editor : Ahmad Muzaki
Ilustrasi beli sepeda motor (lightstream.com)

OTOSIA.COM - Kendaraan terutama sepeda motor sudah menjadi barang wajib yang dimiliki setiap orang. Bukan hanya untuk memudahkan dalam urusan berpergian, tetapi juga sudah menjadi gaya hidup. Tak heran jika banyak komunitas sepeda motor yang sudah berdiri di Tanah Air, mulai dari moge hingga motor klasik.

Hal ini pula yang membuat pabrikan sepeda motor terus berinovasi dengan mengeluarkan sepeda motor baru dengan teknologi terbaru juga. Tentunya ini menggoda para penghobi sepeda motor. Bisa saja akan beli motor baru, sedangkan yang lama dijual.

Otolovers pernah mengalami pengalaman seperti ini gak? Tertarik dengan motor yang baru dikeluarkan dan ingin membelinya dengan mengorbankan motor lama. Jika sudah begini biasanya Otolovers akan membeli secara tunai atau kredit?

Terkait metode pembayaran dalam membeli motor tergantung kemampuan masing-masing. Ada yang bisa langsung tunai, bahkan ada juga yang bisa tunai namun lebih memilih untuk melakukan kredit. Kedua metode pembayaran ini pastinya ada kelebihan dan kekurangan masing-masing. Enaknya menggunakan kredit adalah bisa mendapatkan motor impian dengan harga yang lebih murah. Maksudnya bisa membawa pulang motor impian hanya dengan membayar DP saja.

Akan tetapi nantinya Otolovers harus membayar uang angsuran setiap bulannya dalam jangka waktu tertentu. Sangat berbeda bukan dengan metode membayar tunai untuk pembelian sepeda motor.

Terkait kredit sendiri terkadang ada masa Otolovers cukup kesulitan untuk membayar angsuran. Pasalnya roda kehidupan terus berputar tanpa bisa diprediksi. Butuh dana segar membuat sebagian orang memilih menjual motornya meskipun masih dalam masa kredit. Namun hati-hati ya Otolovers dalam melakukan cara over kredit motor.

Hal ini lantaran kendaraan termasuk motor tidak diperbolehkan untuk dijual, disewakan, digadaikan atau alih kredit/fidusia tanpa seizin perusahaan pembiayaan. Tak tanggung-tanggung aturan ini ternyata sudah tertuang di undang-undang kita lho Otolovers.

Jika Otolovers melakukan transaksi seperti yang sudah disebutkan tadi hukuman yang mengintai cukup berat. Bagi penjual akan dijerat Pasal 372 KUHP tentang penggelapan dengan penjara paling lama empat tahun atau denda Rp900. Selain pasal tersebut juga akan terjerat Pasal 36 UU No. 42 Tahun 1999 tentang jaminan Fidusia. Sedangkan ancaman hukuman paling 2 tahun penjara dan denda paling banyak Rp50 juta.

Tidak hanya penjual yang terancam hukuman, pembeli juga bisa terjerat. Bisa dijerat dengan Pasal 480 KUHP tentang penadahan dengan ancaman penjara paling lama empat tahun atau denda paling banyak Rp900.

Jadi intinya Otolovers, dalam melakukan cara over kredit motor harus secara legal atau atas persetujuan perusahaan pembiayaan. Jangan sampai bermain nakal, karena kerugian yang ada cukup banyak daripada keuntungannya.

Terkait dengan cara over kredit motor, sebenarnya bagaimana cara over kredit yang aman untuk dilakukan? Untuk mengetahui hal tersebut simak ulasan berikut ini Otolovers.

Kelebihan dan Kekurangan Over Kredit Motor

Melakukan cara over kredit motor tentunya memberikan keuntungan tersendiri untuk beberapa pihak. Yang jelas adalah penjual bisa mendapatkan dana segar dari melakukan cara over kredit motor ini. Namun bagaimana dengan si pembeli?

Pembeli akan mendapatkan keuntungan berupa harga motor yang lebih murah dengan kualitas yang tergolong masih baik. Namun dengan catatan juga, pembeli harus tahu soal mesin dan bagian-bagian penting lainnya dari motor, tujuannya tentu untuk pengecekan. Bisa saja penjual melakukan cara over kredit motor karena motornya baru terendam banjir atau pernah rusak yang cukup parah, sehingga pemilik ingin menjualnya meski masih berstatus kredit.

Dibalik keuntungan tersebut sudah jelas cara over kredit motor memiliki beberapa kerugian baik bagi pembeli atau penjual. Dari pembeli adalah bukan pihak terpercaya untuk penjualnya. Berbeda halnya apabila penjual merupakan keluarga atau teman sendiri.

Selain itu juga akan ada dana tambahan setelah melakukan cara over kredit. Terkait surat kepemilikan motor, nantinya suatu saat Otolovers akan mengganti nama motor tersebut dan memerlukan biaya yang tidak sedikit. Bahkan jika luar kota biaya yang dikeluarkan bisa lebih banyak.

Sedangkan kerugian dari penjual adalah ketika melakukan cara over kredit secara ilegal. Karena bisa menimbulkan masalah dengan pihak leasing dan yang terburuk adalah terjerat hukum yang berlaku soal Fidusia.

Syarat Over Kredit Motor

Untuk melakukan cara over kredit motor pastinya Otolovers harus menyiapkan beberapa berkas persyaratan. Selain itu juga masih banyak ketentuan lainnya yang juga wajib ditaati baik untuk penjual atau pembeli.

Pastikan juga sebelumnya untuk melakukan cara over kredit motor secara legal atau disetujui pihak leasing. Lengkapi dokumen-dokumen penting seperti fotokopi KTP, KK, rekening tabungan 3 bulan terakhir, dan slip gaji.

Selain itu Otolovers juga harus mengikuti setiap ketentuan dari pihak leasing dan biasanya setiap leasing punya kebijakan masing-masing.

Setelah mengikuti setiap ketentuan yang ada dan telah memenuhi persyaratan dari cara over kredit motor, nantinya Otolovers akan masuk ke tahap negosiasi. Di negosiasi ini nantinya akan menentukan besaran Dp yang harus dibayar serta cicilan ke berapa akan dialihkan ke pembeli. Setelah tahap persyaratan dan mengikuti setiap tahap, nantinya Otolovers juga harus menyelesaikan administrasi yang ada terkait cara over kredit motor.

Strategi Over Kredit Motor

Melakukan cara over kredit motor juga butuh strategi. Ini kaitannya tentu adalah dengan kerugian yang bisa saja didapat. Selain itu strategi ini juga penting dilakukan untuk mencegah masalah yang timbul di suatu hari nanti yang berhubungan dengan hukum.

Paling tidak pertama Otolovers harus berkomitmen dengan penjual atau pembeli untuk melakukan kerjasama secara baik. Pastikan juga pembeli yang akan alih kredit motor memang mampu untuk menuntaskan cicilan yang masih ada.

Selain itu Otolovers juga harus mengecek kondisi motor, terutama jika menjadi pembeli. Ini penting untuk dilakukan jangan sampai sudah melakukan cara over kredit motor tetapi kondisi motor sangat buruk dan akhirnya Otolovers yang merugi.

Dan jangan lupa untuk melakukan perjanjian secara hukum terkait pembayaran. Adanya kekuatan hukum sangat penting dari proses cara over kredit motor ini. Jangan lupa juga untuk membuat perjanjian hukum yang rinci, terkait identitas motor, jumlah cicilan over kredit, dan ketentuan pembayaran setiap bulan.

Cara Over Kredit Motor

Setelah mengetahui keuntungan, kerugian, persyaratan, dan strategi dari melakukan cara over kredit. Selanjutnya adalah Otolovers harus mengerti cara melakukan cara over kredit yang aman untuk semua pihak. Ingat jika Otolovers melakukannya tidak secara legal ancaman penjara menanti.

Sebetulnya cara over kredit motor cukup mudah namun proses yang ada cukup rumit dan lama. Cara over kredit motor pertama yang bisa dilakukan adalah dengan mencari calon pembeli. Bisa mempromosikan motor ke teman atau keluarga, bisa juga mempromosikannya di situs jual beli motor terpercaya.

Cara over kredit motor berikutnya adalah penjual dan pembeli datang langsung ke kantor pihak leasing tempat dimana motor yang dijual terdaftar dengan membawa persyaratan yang diperlukan. Persyaratannya seperti KTP, KK, Slip gaji, NPWP, rekening tabungan 3 bulan terakhir, dan rek listrik/PBB. Perlu diketahui juga biasanya persyaratan cara over kredit motor setiap leasing berbeda-beda.

Setelah itu pihak leasing akan melakukan survey kepada calon pembeli. Jika nantinya persyaratan yang telah ditentukan disetujui, maka proses dari cara over kredit motor akan disetujui pula.

Sekadar informasi proses dari cara over kredit motor ini cukup lama dan rumit. Dikarenakan pihak leasing sendiri akan melakukan kerja dua kali, namun mendapatkan keuntungan yang sama. Dan jangan lupa juga Otolovers untuk melakukan cara over kredit motor secara legal. Ingat ancaman yang didapat kalau dilakukan secara ilegal.

Cara Menghitung Over Kredit Motor

Setelah mengetahui cara over kredit motor, Otolovers juga harus mengetahui hitungannya. Hal ini bisa menjadi dasar apakah melanjutkan cara over kredit motor atau tidak. Pastikan over kredit yang nantinya dibayarkan tetap masuk akal dan tidak memberatkan terlalu Otolovers.

Selain itu untuk menghitung over kredit juga cukup mudah, berikut ini caranya.

DP+sisa angsuran = harga sekarang+(bunga*harga sekarang)+biaya lain-lain

Contoh:

Angsuran = 5 juta @bulan

Angsuran 4 tahun (48 kali), sisa angsuran = 36 kali

Asuransi 4 tahun = Rp 16 juta, sisa asuransi = 36 bulan

Bunga 10 persen

Harga sekarang = Rp 200 juta

Biaya lain-lain (modifikasi mobil) = Rp 5 juta

Ini berarti DP yang pantas Anda bayar adalah:

DP + (36*Rp 5 juta) = Rp 200 juta + (Rp 200 juta*10 persen) + *Rp 16 juta + Rp 5 juta

DP = Rp 57 juta

Intinya adalah antara pembeli dan penjual harus sepakat atas besaran yang nantinya dibayarkan pembeli. Untuk itu sangat penting untuk membuat surat perjanjian resmi yang berkekuatan hukum yang berisi over kredit motor tersebut.

Dan tak bosan-bosannya juga untuk melakukan cara over kredit motor secara legal. Sudah tahu bukan resiko yang akan didapat jika tak sesuai aturan?

Video Lelang Sepeda Motor

Untuk membeli sepeda motor bisa langsung ke dealer dengan pembayaran tunai atau kredit. Selain itu Otolovers juga bisa mencari sepeda motor saat ada lelang, seperti dari KPK. Cukup kerap lho KPK mengadakan lelang untuk barang sitaan, seperti yang ada di video ini.

(kpl/ahm)

BERI KOMENTAR