HOME » BERITA » CATAT, 27 EXIT TOL DI JAWA TENGAH MASIH DITUTUP HINGGA 25 JULI 2021

Catat, 27 Exit Tol di Jawa Tengah Masih Ditutup Hingga 25 Juli 2021

Mengikuti aturan perpanjangan PPKM Level 4, sebanyak 27 exit tol di Jawa Tengah masih ditutup hingga Sabtu, 25 Juli 2021.

Sabtu, 24 Juli 2021 15:15 Editor : Dini Arining Tyas
Catat, 27 Exit Tol di Jawa Tengah Masih Ditutup Hingga 25 Juli 2021
Tol Solo-Semarang (Liputan6.com)

OTOSIA.COM - Penerapan PPKM Darurat atau PPKM Level 4 diperpanjang hingga 25 Juli 2021. Hal ini berimbas pada penutupan exit tol di jawa Tengah. Setidaknya ada 27 exit tol yang masih ditutup sampai Sabtu (25/7/2021).

Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Tengah (Jateng) Kombes Pol Rudy Syafiruddin menyampaikan hal tersebut saat meninjau isolasi terpusat di GOR Gelarsena, Klaten.

"Sesuai hasil rapat yang dipimpin oleh Menko Maritim dan Ivenstasi Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjahitan penutupan exit tol diperpanjang hingga tanggal 25 Juli 2021. Cara bertindaknya sama seperti yang telah dilaksanakan tanggal 16-22 Juli yang lalu," ujar Rudy.

1 dari 2 Halaman

Rudy menambahkan, untuk kendaraan baik sektor esensial maupun kritikal diperlakukan sama. "Kalau tidak bisa menunjukan keterangan kerja dari kantornya dan tidak bisa menunjukkan hasil swab antigen PCR dinyatakan negatif ditambah dengan surat vaksin, kita tidak akan memberikan masuk kepada yang bersangkutan dan akan kita putarbalikkan," uja dia.

Dia mengatakan, polisi akan menjaga 27 exit tol, baik dari fungsi lalu lintas, Brimob maupun Samapta. Dia menyebut pelaksanaanya sejauh ini sudah seperti yang diharapkan.

"Sampai Jumat (23/7/2021) yang sudah diputarbalikan sebanyak kurang lebih 62.000 kendaraan se-Jateng," kata dia.

2 dari 2 Halaman

Rudy mengimbau para pekerja, untuk melengkapi surat-surat yang dibutuhkan. Sehingga akan memudahkan petugas dalam melaksanakan kegiatan pengecekan nantinya.

"Untuk sopir truk yang membawa kriteria esensial dan kritikal untuk meminta stiker warna biru atau warna merah kepada petugas untuk menentukan sektor esensial maupun kritikal sehingga tidak diperiksa lagi sama anggota," pungkas Rudy Syafiruddin.

Reporter: Arie Sunaryo

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR