HOME » BERITA » CATAT, BERIKUT DAFTAR GERBANG TOL YANG DITUTUP SAAT PPKM DARURAT

Catat, Berikut Daftar Gerbang Tol yang Ditutup saat PPKM Darurat

Beberapa gerbang tol di Jawa, Bali, dan Sumatera ditutup selama PPKM Darurat. Hal ini untuk menekan mobilitas warga demi memutus rantai penularan COVID-19.

Senin, 19 Juli 2021 17:15 Editor : Dini Arining Tyas
Catat, Berikut Daftar Gerbang Tol yang Ditutup saat PPKM Darurat
Pos penyekatan di Cikarang Barat KM 31 Tol Jakarta-Cikampek (Liputan6.com)

OTOSIA.COM - Penerapak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat diperpanjang hingga akhir Juli 2021. Selama PPKM Darurat, beberapa gerbang tol ditutup untuk meminimalisir mobilitas masyarakat.

Penutupan gerbang tol dilakukan di Pulau Jawa, Bali dan Sumatera. Tak terkecuali beberapa gerbang tol di wilayah Jawa Tengah.

Beberapa pintu tol yang ditutup antara lain, Tol Brebes Timur, Tol Brebes Barat, dan Tol Pejagan. Dalam penyekatan tersebut, kendaraan yang berasal dari Jawa Barat, tidak diperkenankan melintas dan diminta untuk berputar balik.

1 dari 2 Halaman

Selain itu, untuk wilayah Sumatera, yakni di Lampung, polisi juga ikut menutup akses keluar tol. Dalam hal ini, petugas menutup pintu keluar tol Kota Baru, Tol Trans Sumatera KM79A, Lampung Selatan.

"Saya sampaikan bahwa pengetatan mobilitas dalam rangka Idul Adha ini Polri telah menambah pos-pos di lapangan yang sebelumnya kita bangun 968 pada momentum idul adha ini kita bangun menjadi 1.038, titik-titik pengetatan ini tentunya untuk menekan mobilitas masyarakat," jelas Kakorlantas Polri, Irjen Pol Istiono Sigit, dalam keterangan resminya.

2 dari 2 Halaman

Daftar Tol yang Ditutup Oleh Pihak Kepolisian

Beberapa pintu keluar tol yang dialihkan dalam masa PPKM Darurat ini, antara lain meliputi wilayah Tol Dalam Kota Jakarta, Tol Padaleunyi, Tol Jagorawi, Tol Semarang - Solo, Tol Semarang ABC, Tol Solo Ngawi, Tol Pandanan - Malang, Tol Batang - Semarang, Tol Surabaya - Mojokerto, Tol Ngawi - Kertosono, Tol Gempol - Pandaan, dan Tol Trans Sumatera Lampung Selatan.

Dalam penyektan tersebut, mobilitas masyarakat yang tidak sesuai dengan sektor usaha esensial dan kritikal, maka tidak diperkenankan untuk melintas.

Sementara untuk tenaga kesehatan, dan keperluan darurat untuk kemanusiaan, dan beberapa kriteria lainnya, akan diperbolehkan dengan memperhatikan segala syarat yang ketat.

Reporter: Fahmi Rizky

Sumber: Liputan6.com

BERI KOMENTAR