HOME » BERITA » CATAT, INI JARAK AMAN NAIK MOTOR YANG DIREKOMENDASIKAN SESUAI KECEPATAN

Catat, Ini Jarak Aman Naik Motor yang Direkomendasikan Sesuai Kecepatan

Antar kendaraan satu dan lainnya harus ada jarak aman untuk meminimalisir terjadinya hal yang tak diinginkan, seperti kecelakaan beruntun. Salah satu cara mengetahui jarak aman antar kendaraan adalah dengan melihat kecepatan.

Jum'at, 25 Oktober 2019 08:15 Editor : Dini Arining Tyas
Catat, Ini Jarak Aman Naik Motor yang Direkomendasikan Sesuai Kecepatan
Ilustrasi jarak aman (kbia.org)

OTOSIA.COM - Sering melihat tulisan 'Jaga Jarak' di belakang kendaraan? Kebanyakan tulisan itu memang ada di belakang truk. Sebab, dengan menjaga jarak setidaknya pengendara bisa meminimalisir kecelakaan.

Menurut laman Wahana Honda, ada beberapa cara mudah untuk mengetahui berapa jarak aman antar kendaraan. Ada yang menghitungnya menggunakan satuan detik, yakni 3 detik. Tiga detik itu adalah waktu yang pas, tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat untuk menjaga jarak teraman saat berkendara.

Tapi aturan jarak aman 3 detik itu mungkin masih awam atau sulit diterapkan. Pasalnya, ada beberapa hitungan yang harus diperkirakan oleh pengemudi.

1 dari 3 Halaman

Rekomendasi Jarak Aman

Catat, Ini Jarak Aman Naik Motor yang Direkomendasikan Sesuai KecepatanRekomendasi Jarak Aman

Aturan jarak aman tersebut sebenarnya sudah diatur di dalam Pasal 62 PP Nomor 43 tahun 1993, tentang Tata Cara Berlalu Lintas. Pengendara juga bisa menerapkan jarak aman antar kendaraan berdasarkan kecepatan kendaraan mereka.

TMC Polda Metro Jaya memberikan rekomendasi jarak aman berdasarkan kecepatan, berikut daftarnya:

1. 30 km/h, jarak minimal 15 meter dengan jarak aman 20 meter.
2. 40 km/j, jarak minimal 20 meter dengan jarak aman 40 meter.
3. 50 km/h, jarak minimal 25 meter dengan jarak aman 50 meter.
4. 60 km/h, jarak minimal 30 meter dengan jarak aman 60 meter.
5. 70 km/h, jarak minimal 35 meter dengan jarak aman 65 meter.
6. 80 km/h, jarak minimal 40 meter dengan jarak aman 70 meter.
7. 90 km/h, jarak minimal 45 meter dengan jarak aman 75 meter.
8. 100 km/h, jarak minimal 50 meter dengan jarak aman 80 meter.

2 dari 3 Halaman

Aturan 3 Detik

Catat, Ini Jarak Aman Naik Motor yang Direkomendasikan Sesuai KecepatanAturan 3 Detik

Wajar bagi pengemudi baru ketika bingung mengenal kondisi lalu lintas di jalan raya. Berbagai hal, bahkan yang negatif pun turut melintas dalam pikiran yang membuat mengemudi tak tenang.

Sebenarnya, ada berbagai hal yang bisa jadi kunci bagi pengemudi untuk menjamin keselamatan berkendara. Salah satunya dengen mengetahui aturan 3 detik.

Baru mendengar istilah ini?

Bagi pengendara baru, biasanya sulit memahami bgaimana cara mengukur tiga mobil atau 10 meter dari kendaraan depan yaitu ketika harus fokus dengan jalanan. Cara yang bisa dilakukan adalah menerapkan aturan 3 detik.

Aturan ini merupakan cara sederhana untuk mengetahui jarak aman antara kendaraan pengemudi dan kendaraan di depan. Jarak aman ini berguna untuk mengantisipasi kendaraan di depan yang tiba-tiba berhenti mendadak atau bahkan mengalami kecelakaan yang fatal.

Dengan paham situasi serta jarak aman ini, maka bukan tidak mungkin pengemudi bisa terselamatkan dari hal-hal tersebut.

Untuk melakukannya, pengemudi hanya perlu melihat kendaraan di depan. Kemudian, pilih satu obyek di dekat kendaran tersebut, misalnya tiang listrik atau rambu lalu lintas.

Hitung hingga 3 detik. Bila belum tiba pada detik ketiga sudah mencapai obyek tersebut, maka kamu terlalu dekat dengan kendaraan depan. Maka kurangi kecepatan dan usahakan jarak tetap sama.

3 dari 3 Halaman

Efektif di Jalan Tol

Catat, Ini Jarak Aman Naik Motor yang Direkomendasikan Sesuai KecepatanEfektif di Jalan Tol

Pernah dengar aturan 3 detik? Aturan ini berfungsi untuk membantu pengendara tetap berada pada jarak aman dengan cara menghitung 3 detik antara kendaraan yang dikemudikan dan kendaraan di depan.

Penerapan aturan 3 detik ini sangat efektif saat berada di jalan tol, dengan kecepatan di atas 40 km/jam. Kondisi jalan yang kering dan lurus juga sering kali menjadi pemicu keinginan untuk berkendara dengan kecepatan tinggi.

Bila terlalu dekat dengan kendaraan di depan, maka bukan tidak mungkin, otolovers tidak siap dan mengalami celaka.

Setiap pengemudi pada dasarnya harus waspada dengan keadaan sekitar dan membuat jarak aman untuk bisa siap menghadapi kesalahan apapun yang terjadi. Bila pengemudi berada di jalan raya yang banyak memiliki persimpangan, maka pengemudi juga perlu waspada dengan kendaraan depan yang sewaktu-waktu berbelok.

Bila ada jarak yang cukup untuk mengantisipasinya, tentu akan mudah bagi pengemudi untuk menghindar.

Mungkin kendaraan di belakang terganggu dengan gaya mengemudi yang terlalu dengan kendaraan di depan. Abaikan saja dan biarkan di mendahuluimu ya otolovers. Bagaimanapun ini adalah cara untuk menjaga keselamatan saat berkendara. Apalagi jika otolovers adalah pengemudi pemula.

 

BERI KOMENTAR