HOME » BERITA » CATAT, OJOL DAN OPANG DILARANG BERKERUMUN LEBIH DARI 5 ORANG SAAT PSBB KETAT

Catat, Ojol dan Opang Dilarang Berkerumun Lebih dari 5 Orang Saat PSBB Ketat

PSBB ketat mulai diberlakukan, ojek online dan pangkalan dilarang berkerumun lebih dari 5 orang

Senin, 14 September 2020 17:45 Editor : Ahmad Muzaki
Catat, Ojol dan Opang Dilarang Berkerumun Lebih dari 5 Orang Saat PSBB Ketat
Driver Grab Bike mengenakan Grab Protect pelindung yang membatasi antara pengemudi dan penumpang saat diluncurkan di Jakarta, Selasa (9/6/2020). Penumpang ojek online (ojol) kini tak perlu khawatir menggunakan transportasi ini di tengah pandemi Corona. (L

OTOSIA.COM - Saat pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat yang dimulai Senin (14/9), ojek online (ojol) atau ojek pangkalan (opang) dilarang berkerumun. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo.

Melansir Liputan6.com, hal tersebut berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Perhubungan DKI Nomor 156 Tahun 2020 tentang Petujuk Teknis Pelaksanaan PSBB Bidang Transportasi yang ditandatangani pada 11 September 2020.

"Pengemudi ojek online dan ojek pangkalan dilarang berkerumun lebih dari 5 orang dan menjaga jarak parkir antar-sepeda motor minimal 2 meter saat menunggu penumpang," kata Syafrin dalam SK tersebut yang dikutip Liputan6.com, Senin (14/9/2020).

1 dari 3 Halaman

Selain itu, Syafrin meminta agar perusahaan ojek online dapat menerapkan Teknologi Informasi Geofencing di masa PSBB ini. Hal tersebut agar pengemudi yang berkerumun di satu titik tidak mendapat pesanan penumpang.

"Perusahaan aplikasi wajib menerapkan Teknologi Informasi Geofencing agar pengemudi yang berkerumun pada satu titik lokasi tidak mendapatkan order perjalanan penumpang," jelas Syafrin.

2 dari 3 Halaman

Diatur Ketat

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan adanya pembatasan waktu operasional transportasi publik saat pelaksanaan PSBB.

Hal tersebut berdasarkan Pasal 18 ayat 7 Pergub Nomor 88 tahun 2020 tentang Pelaksanaan PSBB dalam Penanganan Covid-19 di DKI Jakarta.

"Angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum, angkutan perkeretaapian, dan atau moda transportasi barang diwajibkan untuk membatasi jam operasional sesuai pengaturan," kata Anies dalam Pergub tersebut yang dikutip Liputan6.com, Senin (14/9/2020).

3 dari 3 Halaman

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan juga menyatakan penyedia transportasi publik harus melakukan pembatasan jumlah penumpang maksimal 50 persen selama PSBB berlangsung.

Dalam menerapkan aturan tersebut, beberapa moda transportasi massal akan menyesuaikan jadwal operasional, seperti MRT, Transjakarta, dan LRT.

BERI KOMENTAR