HOME » BERITA » CATAT, SURAT KETERANGAN RT/RW TAK BISA DIJADIKAN SYARAT AGAR DIPERBOLEHKAN MUDIK

Catat, Surat Keterangan RT/RW Tak Bisa Dijadikan Syarat Agar Diperbolehkan Mudik

Surat pengantar dari RT/RW hanya digunakan untuk identifikasi daerah asal pemudik

Sabtu, 02 Mei 2020 12:15 Editor : Ahmad Muzaki
Catat, Surat Keterangan RT/RW Tak Bisa Dijadikan Syarat Agar Diperbolehkan Mudik
Polantas Polres Bogor mengatur lalu lintas yang melintasi Pos Pengawasan Larangan Mudik di Cigombong, Bogor, Rabu (29/4/2020). Polres Bogor melakukan penyekatan di perbatasan dengan Cianjur yaitu Pos Rindu Alam dan perbatasan Sukabumi di Pos Cigombong. (m

OTOSIA.COM - Pemerintah resmi larang mudik Lebaran 2020 untuk cegah penyebaran COVID-19 makin meluas. Namun beredar informasi terkait perlunya membawa surat dari RT atau RW agar nantinya diizinkan mudik. Kabar tersebut tak dibenarkan Kepada Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol Istiono.

"Ada beberapa media yang mengutip masalah boleh mudik tapi ada syarat keterangan RT/RW, itu tidak benar," kata Irjen Istiono melalui siaran pers, Jumat.

Lebih lanjut, dilansir Liputan6.com, Istiono katakan jika surat pengantar dari RT/RW digunakan untuk identifikasi daerah asal pemudik. Karena mereka akan berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) sehingga perlu diketahui daerah asalnya.

"Sekali lagi surat keterangan dari RT/RW tidak mutlak, itu hanya untuk kepentingan status dia diketahui, di mana daerah asal dia berangkat," ujar jenderal polisi bintang dua itu.

1 dari 2 Halaman

Bagi masyarakat yang hendak mengunjungi keluarga yang meninggal dunia di luar kota atau mengalami keadaan darurat lainnya, Istiono menuturkan petugas kepolisian memiliki kewenangan diskresi dengan pertimbangan kondisi di lapangan.

"Evaluasi di lapangan bahwa pada hari aktivitas biasa banyak kegiatan masyarakat bekerja di Jabodetabek, secara situasional kita izinkan demi kepentingan bekerja, bukan kepentingan mudik," tutur Istiono seperti dilansir dari Antara.

Terkait hari keenam pelaksanaan Operasi Ketupat 2020, Korlantas Polri telah memutarbalikkan lebih dari 15.000 kendaraan pribadi, bus, dan travel yang membawa penumpang mudik.

Berdasarkan temuan di lapangan, polisi menemukan beberapa fenomena masyarakat yang berupaya mudik menggunakan kendaraan travel, bersembunyi di dalam bak truk terbuka, serta menumpang kendaraan angkutan barang.

2 dari 2 Halaman

Gelar Operasi Ketupat

Istiono mengingatkan agar masyarakat tidak coba-coba meninggalkan daerahnya karena masa larangan mudik masih berlaku hingga 29 Mei 2020. Kakorlantas mengatakan pemerintah telah menetapkan kebijakan pelarangan mudik untuk memutus mata rantai penyebaran virus COVID-19.

Guna memutus rantai Covid-19 dan membatasi arus mudik tersebut, Korlantas menggelar Operasi Ketupat 2020 sebagai operasi kemanusiaan yang mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis.

Istiono menyebutkan Operasi Ketupat 2020 merupakan operasi kemanusiaan sehingga polisi memiliki kewenangan diskresi saat situasi darurat dengan mengacu pada protokol kesehatan.

Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2020, polisi akan lakukan pengawasan di antaranya pemeriksaan kendaraan yang digunakan mudik pada titik penyekatan. Jika ada pemudik yang nekat maka mereka akan diminta putar balik.

BERI KOMENTAR